Dadan Jadi Tersangka Korupsi MBG, Kiprah BGN Telah Disorot Kemenkeu hingga BPKP
Kejagung menetapkan Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi program MBG.
IDXChannel - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penangkapan Dadan bersama dua petinggi BGN lainnya merupakan hasil kolaborasi antara instansi pemerintah.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan fakta bahwa penegakan hukum terhadap eks petinggi BGN merupakan hasil dari laporan internal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kepada Kejagung. Kemenkeu selama ini terus menelusuri penggunaan anggaran BGN dalam program MBG untuk menemukan hal-hal yang tidak wajar.
“Ya kita lihat aja. Kita cek itu harganya (pengadaan) seperti apa dan mungkin salah satu laporan juga dari kita asalnya kan,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Purbaya menegaskan, Kemenkeu tidak bergerak sendiri menyoroti penggunaan anggaran. Dia berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, terutama Kejagung serta lembaga auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BKPK) untuk menemukan kerugian negara dalam program MBG.
“Bukan dari kita aja ya. BPKP memeriksa. Kejaksaan memeriksa. Semuanya memeriksa, mengecek. Jadi kita tukar-tukar datalah kira-kira,” imbuhnya
Kendati demikian, Kepala LPS periode 2020-2025 itu menegaskan, penangkapan terhadap Dadan dkk bukan rekomendasi Kemenkeu. Dia menyebut, penegakan hukum yang didahului dengan pencopotan petinggi BGN merupakan keputusan Presiden Prabowo Subianto setelah memberikan penilaian atas performa mereka selama memimpin BGN.
“Ini keputusan Bapak Presiden setelah melakukan evaluasi terhadap kinerja beliau kan. Kita enggak ikut campur,” kata Purbaya.
Menanggapi kekhawatiran soal potensi kebocoran anggaran jumbo BGN, Purbaya menjelaskan bahwa anggaran tersebut bakal dipotong, terutama mencoret pengadaan yang tidak relevan seperti motor listrik dan sepatu.
“Yang jelas memang anggarannya sekarang berapa? Rp260 (triliun)? Kan berkurang kan? Karena ada pemotongan segala macam. Jadi akan berkurang di bawah itu sedikit,” katanya.
(Rahmat Fiansyah)