ECONOMICS

Dahana Raih Laba Rp509,7 Miliar Sepanjang 2025, Ditopang Ekspor Bahan Peledak

Rohman Wibowo 29/05/2026 03:03 WIB

PT Dahana membukukan laba bersih senilai Rp509,7 miliar pada sepanjang tahun buku 2025.

Dahana Raih Laba Rp509,7 Miliar Sepanjang 2025, Ditopang Ekspor Bahan Peledak. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT Dahana membukukan laba bersih senilai Rp509,7 miliar pada sepanjang tahun buku 2025. Hal ini berarti mengalami pertumbuhan sebesar 1,6 persen jika dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya yakni Rp502 miliar.

Seiring dengan capaian tersebut, PT Dahana mencatatkan perolehan pendapatan usaha sebesar Rp3,36 triliun.

Direktur Utama PT Dahana Hary Irmawan menegaskan, keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam mengimplementasikan inovasi, menjaga efisiensi operasional, serta menjalankan strategi pengembangan bisnis yang terukur.

"PT Dahana terus berkomitmen untuk memperkuat kemandirian industri bahan peledak dan pertahanan nasional melalui penguasaan teknologi, peningkatan kualitas layanan, serta ekspansi pasar global," kata Hary dalam keterangan resmi, Kamis (28/5/2026).

Sebagai perusahaan energetic material nasional yang bernaung di bawah holding industri pertahanan atau Defend ID, Dahana mengakselerasi penguatan teknologi, memperluas jangkauan pasar internasional, hingga meningkatkan kapasitas bisnis secara menyeluruh.

Sebagai bagian integral dari holding Defend ID, PT Dahana terus mengambil peran krusial dalam menyokong kemandirian industri pertahanan dan sektor strategis di Indonesia melalui pengembangan teknologi, optimalisasi kapasitas produksi, serta penguatan daya saing di kancah global.

Selama periode 2025, perusahaan berhasil merealisasikan sejumlah langkah taktis, termasuk meresmikan dua fasilitas vital yakni On Site Plant (OSP) dan Waste Oil Processing Plant (WOPP) yang dibangun melalui kolaborasi dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Kehadiran kedua infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dari penguatan operasional perusahaan dalam memenuhi kebutuhan industri energetic material di tingkat nasional.

Tak hanya itu, Dahana juga konsisten mengembangkan sektor pertahanan melalui kelanjutan uji coba operasional Penelitian dan Pengembangan Materiel (Litbangmat) Bom BNT 250 sebagai upaya memperkokoh penguasaan teknologi dalam negeri. 

Pada aspek pengembangan bisnis strategis, perusahaan memperluas kolaborasi internasional dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Rheinmetall Denel Munition (RDM) untuk pembangunan fasilitas energetic material di Indonesia.

Kemitraan ini dinilai sebagai langkah fundamental dalam memperkuat penguasaan teknologi sekaligus mendongkrak kapasitas industri energetic material nasional. 

Melalui kolaborasi tersebut, PT Dahana berharap dapat mempertegas posisi Indonesia di sektor industri pertahanan dunia. Hal ini sejalan dengan tren ekspansi pasar luar negeri, di mana Dahana mengekspor 250 ton bahan peledak Cartridge Emulsion Megadrive ke Australia sebagai bukti nyata keunggulan produk domestik di pasar global.

(Dhera Arizona)

SHARE