ECONOMICS

Dampak Positif Pemindahan Pelabuhan Impor Tujuh Komoditas ke Indonesia Timur

Muhammad Farhan 09/09/2024 19:07 WIB

Wacana pemindahan pintu masuk impor ke wilayah di Indonesia Timur dinilai memiliki potensi dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Dampak Positif Pemindahan Pelabuhan Impor Tujuh Komoditas ke Indonesia Timur. (Foto MNC Media)

IDXChannel - Wacana pemindahan pintu masuk impor ke wilayah di Indonesia Timur dinilai memiliki potensi dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Sebab, dalam jalur masuk barang impor melalui Indonesia Timur itu dapat membuat harga barang impor tinggi.

Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti mengatakan, tingginya harga barang impor menjadikan persaingan yang sehat antar industri domestik berkomoditas sama.

"Dampak positifnya kita melihat ini akan lebih terawasi, yang dampak positif yang lain itu kan biaya tinggi seperti dari satu kontainer ya. Dari Papua-Jakarta saja itu memakan biaya sekitar USD2.000 gitu. Sementara misalnya dari Jakarta-Singapura itu hanya USD300," ujar Esther dalam Market Review IDX Channel, Senin (9/9/2024). 

Esther mengatakan, dampak positif dari naiknya harga kontainer tersebut yakni meningkatkan harga jual barang impor di pasar domestik. Sehingga, jika dilanjutkan, maka industri domestik dengan komoditas serupa akan mampu bersaing secara harga terutama di pasar pulau Jawa yang notabene memiliki pangsa konsumen besar.

"Nah ini artinya biaya pengiriman yang tinggi ini akan berdampak pada harga produk impor tersebut ya, kalau mereka mau penetrasi ke Jawa. Nah sehingga dari sisi industri domestik, dengan adanya biaya yang lebih mahal maka sudah bisa dipastikan harga produk impornya itu juga akan lebih mahal," kata Esther. 

Di sisi lain, ujar dia, karena harga produknya lebih mahal, maka industri domestik yang memproduksi produk-produk sejenis dengan produk impor tersebut akan bisa berkompetisi di dalam negeri.

Lebih lanjut, Esther mengungkapkan, pemindahan pintu masuk impor tersebut justru membangkitkan gairah industri sektor logistik yang berdomisili di Indonesia Timur. Menurutnya, jasa ekspedisi logistik yang ada akan kebanjiran permintaan karena kebutuhan membawa barang-barang impor itu ke Pulau Jawa.

"Pasti ini akan berdampak pada ekspedisi ya. Ekspedisi-ekspedisi itu akan lebih bergeliat di sana, karena mau tidak mau kan pasar terbesarnya ini masih di Jawa gitu. Jadi mereka mau tidak mau harus mengirim ya barangnya dari Indonesia Timur, katakanlah Sulawesi dan Papua ke Jawa dan sekitarnya," kata Esther. 

Sebagai informasi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya memaksimalkan pencegahan masuknya barang impor ilegal di sejumlah pelabuhan di Indonesia. Salah satunya dengan rencana pemindahan pintu masuk impor tujuh komoditas.

Adapun tujuh komoditas yang dimaksud yakni tekstil, keramik, alas kaki, pakaian jadi, kosmetika, elektronika serta pakaian jadi lainnya.

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, ketujuh komoditas impor tersebut telah masuk dalam daftar barang impor yang mendapat pengawasan khusus dari pemerintah. 

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang menilai selain akan memudahkan, pengawasan pemindahan pintu masuk impor juga akan mendorong industri Pelayaran Nasional. Selain itu, Agus menyebutkan rencana pemindahan pintu masuk impor sejumlah komoditas juga akan menumbuhkan sentra-sentra perekonomian baru di Indonesia.

(Dhera Arizona)

SHARE