Danantara Cari Celah Tarik Investasi di Tengah Konflik Geopolitik
Danantara tengah menyusun strategi untuk menarik investasi di tengah eskalasi konflik geopolitik.
IDXChannel - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tengah menyusun strategi untuk menarik investasi di tengah eskalasi konflik geopolitik.
CEO Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, konflik dan ketegangan geopolitik seperti yangterjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela ikut mempengaruhi iklim investasi dunia, termasuk Indonesia.
"Kalau ditanya apakah ada dampaknya ya pastinya ada lah ke investasi. Misalnya, US menyerang Venezuela, kan di luar kontrol kita. Tapi yang di dalam kontrol kita itu yang coba kita selalu perbaiki. Terutama dari segi regulasi dan juga kebijakan (dalam negeri) supaya menjadi environment friendly untuk investasi," ujarnya saat ditemui usai paparan realisasi investasi 2025, dikutip Kamis (15/1/2026).
Karena itu, Danantara dan pemerintah memilih untuk memusatkan perhatian pada faktor-faktor yang berada dalam kendali domestik, melalui perbaikan regulasi dan kebijakan agar semakin ramah terhadap investasi asing.
Selain itu, pemerintah juga memperkecil ruang ketidakpastian dalam setiap keputusan penanaman modal. Pasalnya, investor cenderung menghindari ketidakpastian yang tinggi karena sulit diukur dari sisi mitigasi risiko.
"Pada saat mereka investasi mereka tau kok resiko-resikonya apa saja yang harus diperlukan. Tapi yang mereka tidak suka apabila ketidakpastiannya itu tinggi. Itu susah diukur oleh mereka dari segi mitigasi resikonya," tutur dia.
Selain tantangan global, Rosan juga menyoroti persaingan antarnegara dalam menarik investasi. Indonesia kini berkompetisi dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand, termasuk dalam menarik investasi data center yang saat ini menjadi sektor strategis.
Meski begitu, Indonesia dinilai memiliki sejumlah keunggulan, antara lain harga listrik yang relatif lebih kompetitif, bonus demografi, serta stabilitas nasional yang tetap terjaga.
"Stabilitas di negara kita juga sangat-sangat bagus, sangat-sangat terjaga. Jadi ya itu semua yang kita tidak boleh terlena tapi terus kita tingkatkan," tutur dia.
(DESI ANGRIANI)