ECONOMICS

Danantara Jalankan Governance Reset BUMN, Fokus Perbaikan Kualitas Aset hingga Laba

Nia Deviyana 06/03/2026 07:22 WIB

Langkah ini sebelumnya telah dimulai pada kelompok Perusahaan Karya dan kini diperluas secara bertahap ke sektor-sektor lainnya dalam portofolio BUMN.

Danantara Jalankan Governance Reset BUMN, Fokus Perbaikan Kualitas Aset hingga Laba. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui Danantara Asset Management melakukan pengkajian secara menyeluruh terhadap perusahaan-perusahaan BUMN

Hal ini menjadi bagian dari governance reset dan komitmen manajemen dalam memastikan pengelolaan BUMN berorientasi pada nilai ekonomi riil dan keberlanjutan jangka Panjang.

"Sebagai manajemen baru dan pemegang mandat pengelolaan aset negara, Danantara berkewajiban melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kualitas aset, kebijakan  akuntansi, serta disiplin tata kelola di seluruh portofolio. Governance reset ini adalah langkah  penguatan fondasi agar neraca perusahaan mencerminkan kondisi yang aktual, prudent, dan  kredibel," ujar Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Hafas, dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).

Proses ini mencakup evaluasi  kebijakan akuntansi, kualitas dan pencatatan aset, penguatan sistem tata kelola serta manajemen risiko yang terintegrasi guna memastikan standar pengelolaan yang semakin solid dan selaras dengan praktik terbaik.

Langkah ini sebelumnya telah dimulai pada kelompok Perusahaan Karya dan kini diperluas secara bertahap ke sektor-sektor lainnya dalam portofolio BUMN.

Fokus utama dari inisiatif ini adalah normalisasi dan peningkatan kualitas aset. Kemudian penyelarasan pencatatan agar laporan keuangan semakin akurat, wajar, dan terkini sesuai standar akuntansi yang berlaku, serta mendorong praktik  pelaporan keuangan yang diakui secara luas, transparan, prudent. 

Rohan memaparkan, bahwa Danantara juga menekankan penguatan fundamental keuangan yang berbasis pada kualitas laba (earnings quality) dan arus kas operasional (operating cash flow) yang kuat, peningkatan EBITDA yang berkelanjutan, disiplin belanja modal (capital expenditure discipline), serta struktur permodalan yang sehat dan terjaga. 

Perhatian diarahkan pada optimalisasi return on  assets (ROA), perbaikan margin operasional, penguatan kapasitas pemenuhan kewajiban finansial, serta pengelolaan likuiditas yang konservatif dan terukur. 

"Pendekatan ini memastikan bahwa kinerja perusahaan tidak hanya tercermin dalam pertumbuhan  nominal, tetapi dalam kemampuan menghasilkan arus kas yang konsisten, menjaga solvabilitas, meningkatkan return on equity (ROE), serta memperkuat kapasitas pembagian dividen secara berkelanjutan bagi negara sebagai pemegang saham," ujarnya.

Rohan juga menegaskan bahwa ukuran keberhasilan ke depan tidak semata pada besarnya angka di  neraca, melainkan pada kualitas kinerja. 

"Fokus kami adalah membangun fundamental yang menghasilkan uang riil dan dividen berkelanjutan bagi negara. Pertumbuhan yang sehat harus  berbasis pada produktivitas dan kinerja operasional, sehingga kontribusinya terhadap penerimaan negara benar-benar terukur dan berkelanjutan,” ucap dia. 

Menurut Rohan, dengan fondasi keuangan yang semakin solid dan disiplin manajemen yang kuat,  perusahaan akan lebih fokus pada efisiensi, peningkatan margin operasional, serta penciptaan nilai riil bagi pemegang saham, yaitu negara. 

Roham mengatakan proses ini  dilakukan secara sistematis dan bertahap, dengan tetap menjaga stabilitas operasional dan  kesinambungan bisnis di seluruh portofolio.

"Hal ini sebagai bagian dari transformasi institusional jangka  panjang untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional," ujar dia. 

(NIA DEVIYANA)

SHARE