ECONOMICS

Danantara Mulai Jajal Pasar Modal Lewat Manajer Investasi

Iqbal Dwi Purnama 11/05/2026 21:42 WIB

Saat ini pihaknya telah mulai melakukan investasi atau membeli saham beberapa emiten melalui manajer-manajer investasi yang dipilih.

Danantara Mulai Jajal Pasar Modal Lewat Manajer Investasi (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel -  Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir mengaku saat ini pihaknya telah mulai melakukan investasi atau membeli saham beberapa emiten melalui manajer-manajer investasi yang dipilih.

Pandu mengatakan, Danantara tak hanya membeli saham-saham perusahaan BUMN namun juga perusahaan swasta yang memiliki fundamental dan prospek bagus ke depannya. 

Namun ia tidak spesifik menyebut manajer investasi yang dipilih untuk mengelola dana yang disuntik Danantara.

"Kita sudah mulai bergerak membeli saham lewat fund manager. Jadi kita tidak langsung, kita crowding ini dengan banyak fund manager lah. Mungkin beberapa juga ada di sini," ujarnya di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/5/2026).

Pandu mengatakan, pemilihan manajer investasi untuk mengelola dana di pasar saham ini tujuannya untuk berbagi risiko. Namun jika saham-saham pilihan tersebut mengalami keuntungan, maka Danantara juga akan bagi hasil dengan manajer investasi tersebut.

"Kita minta mereka (manajer investasi) perform, nanti kita bagi hasil sama kalian. Jadi mereka juga ikut dengan kehati-hatian itu. Tapi sudah kita danain, kita kasih terus uangnya," kata Pandu.

"Kita support juga yang non- BUMN. Jadi tidak hanya BUMN saja yang kita investasikan, tapi non BUMN kita investasi," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Pandu juga berpesan kepada para investor relation setiap perusahaan untuk membangun cerita atau narasi pertumbuhan perusahaannya masing-masing. Hal ini dianggap penting agar manajer investasi punya gambaran prospek bisnis sebuah perusahaan ke depannya dan masuk membeli saham.

"How do you communicate to market juga ini jadi penting. Bagaimana anda cerita ke pasar, baik dalam negeri dan luar negeri, tentang pertumbuhan perusahaan anda. Ini adalah tantangan kita bersama," kata Pandu.

Sebelumnya Pandu mengatakan bahwa 50 persen dana investasi akan dilarikan ke pasar saham dan obligasi (bond). Kedua jenis portofolio ini dipilih karena dinilai sebagai aset yang likuid. Sehingga investasi yang dilakukan bisa cepat membawa keuntungan dan menambah pendapatan negara.

"Jadi kita bilang 50 persen akan public like investment. Jadi itu bagian dari strategic asset allocation. Itu bisa di Bond, bisa di public equity (pasar saham)," ujar Pandu saat ditemui usai acara Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat (13/2).

Pandu menjelaskan, Danantara secara selektif membidik emiten dengan fundamental bisnis yang kuat, arus kas yang sehat, valuasi yang menarik, serta likuiditas saham yang memadai. strategi tersebut sejalan dengan pergeseran preferensi investor yang kembali menitikberatkan kualitas fundamental di tengah ketidakpastian global.

Ia juga menegaskan bahwa perseroan tetap aktif berinvestasi dengan pendekatan berbasis fundamental dan jangka menengah hingga panjang. Bahkan Pandu sempat menyebut akan berinvestasi ke pasar saham setiap hari, sejalan dengan upaya pendalaman pasar yang tengah dilakukan oleh OJK dan SRO Bursa Efek Indonesia

Selain faktor fundamental, Danantara juga mencermati kualitas tata kelola perusahaan dan keterbukaan informasi sebagai bagian dari pertimbangan investasi. Pandu menekankan bahwa penguatan struktur pasar dan tata kelola menjadi prasyarat penting untuk memperdalam pasar dan menjaga kepercayaan investor.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE