Danantara Tegaskan Waskita (WSKT) Harus Sehat Finansial Sebelum Garap Proyek Tol
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, ingin memastikan Waskita mampu mengelola bisnis jalan tol dengan kemampuan finansial yang mandiri.
IDXChannel - Danantara Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara Indonesia menekankan pentingnya restrukturisasi yang komprehensif bagi PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT).
Upaya penyehatan ini dilakukan agar perusahaan memiliki fundamental keuangan yang kokoh sebelum kembali dipercaya menggarap proyek infrastruktur jalan tol di masa mendatang.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, telah menggelar pertemuan mendalam dengan jajaran direksi Waskita pada pekan ini. Dalam diskusi tersebut, pembahasan difokuskan pada pemetaan nilai aset, struktur utang, proyeksi arus kas, hingga perumusan model bisnis yang lebih berkelanjutan bagi perusahaan.
Dony menegaskan bahwa proses restrukturisasi tidak boleh sekadar menjadi upaya penundaan kewajiban semata. Ia menginginkan adanya langkah nyata yang realistis agar Waskita mampu berdiri mandiri dalam memenuhi kewajibannya.
"Restrukturisasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk bukan sekadar memperpanjang waktu penyelesaian kewajiban atau menunda persoalan yang ada. Proses penyehatan harus disusun berdasarkan perhitungan yang realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk menghasilkan solusi permanen bagi keberlanjutan perusahaan," ujar Dony dalam keterangannya, yang dikutip Minggu (19/7/2026).
Fokus utama BP BUMN dan Danantara yaitu memastikan Waskita mampu mengelola bisnis jalan tol dengan kemampuan finansial yang mandiri. Kondisi keuangan yang prima menjadi prasyarat mutlak bagi Waskita untuk bisa berekspansi, termasuk dalam rencana perusahaan mengakses pendanaan melalui pasar modal di masa depan.
Dony menyatakan langkah pengawalan ketat ini dilakukan agar Waskita tidak hanya menyelesaikan masalah jangka pendek, tetapi juga memiliki model bisnis yang jelas. Dengan fondasi yang kuat, perusahaan diharapkan terhindar dari potensi risiko keuangan serupa di masa mendatang.
"Salah satu arah yang didorong adalah memperkuat fokus Waskita pada pengelolaan bisnis jalan tol dengan struktur keuangan yang sehat dan kemampuan memenuhi kewajiban secara mandiri. Dengan karakteristik bisnis jalan tol yang berjangka panjang, perusahaan harus terlebih dahulu dipastikan berada dalam kondisi sehat sebelum menjalankan agenda pengembangan berikutnya," ucap Dony.
(Febrina Ratna Iskana)