ECONOMICS

Di Pertemuan IMF, Purbaya Pastikan Defisit APBN Dijaga di Bawah 3 Persen

Anggie Ariesta 20/04/2026 21:30 WIB

Purbaya menekankan ketahanan ekonomi nasional saat ini berakar pada reformasi struktural yang konsisten, bukan sekadar langkah darurat.

Di Pertemuan IMF, Purbaya Pastikan Defisit APBN Dijaga di Bawah 3 Persen. Foto: Instagram @Menkeuri.

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah eskalasi tensi geopolitik dan ketidakpastian global. 

Hal tersebut disampaikan Purbaya dalam rangkaian Pertemuan Musim Semi (Spring Meeting) IMF dan Grup Bank Dunia yang berlangsung pada 13-17 April 2026 di Washington DC, Amerika Serikat (AS).

Dalam berbagai forum dan pertemuan dengan investor global, Purbaya menekankan ketahanan ekonomi nasional saat ini berakar pada reformasi struktural yang konsisten, bukan sekadar langkah darurat.

"Kita mendorong industri hilir, memperkuat sektor manufaktur, dan meningkatkan sumber daya manusia dan efisiensi. Jadi ke depannya, pertumbuhan Indonesia tidak hanya akan stabil, tetapi juga akan lebih produktif dan berkelanjutan serta menjadi lebih terdiversifikasi dan tangguh," ujar Purbaya dalam keterangan resmi, Senin (20/4/2026).

Di tengah krisis energi yang dipicu konflik di Timur Tengah, Purbaya memastikan APBN tetap menjalankan fungsinya sebagai shock absorber untuk melindungi daya beli masyarakat. Pemerintah berkomitmen menjaga disiplin fiskal tetap di bawah batas defisit 3 persen PDB.

Purbaya juga mencatat meskipun terjadi arus keluar devisa sebesar USD1,8 miliar dan depresiasi rupiah akibat guncangan eksternal, stabilitas makro Indonesia tetap terjaga.

"Kredibilitas ini memungkinkan Indonesia untuk menyerap harga energi yang lebih tinggi tanpa mengorbankan dukungan bagi kelompok rentan atau melanggar batas defisit fiskal Indonesia," kata dia.

Adapun Purbaya menyampaikan optimisme tinggi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi pada 2026 di kisaran 5,4-6 persen. Keyakinan ini didorong konsumsi rumah tangga yang kuat serta surplus perdagangan yang berhasil dipertahankan selama 70 bulan berturut-turut hingga awal 2026.

Selain itu, Indonesia juga mulai memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam ekonomi digital. Pada 2025, sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,35 persen.

“Indonesia secara aktif terus memperkuat ekosistem AI nasional untuk memastikan peningkatan produktivitas dapat dioptimalkan di dalam negeri, sambil tetap terbuka terhadap kolaborasi global, dan memposisikan Indonesia sebagai pengguna dan pengembang solusi berbasis AI,” kata Purbaya.

Dalam pertemuan bilateral dengan Dana Moneter Internasional (IMF), Direktur Pelaksana Kristalina Georgieva memuji Indonesia sebagai salah satu "bright spot" dalam perekonomian global karena kebijakan yang kredibel dan fundamental yang kuat.

Sementara itu, dalam diskusi dengan Bank Dunia (World Bank), Menkeu memaparkan langkah strategis menuju visi Indonesia Emas 2045, termasuk rencana penguatan UMKM melalui restrukturisasi institusi kredit serta fokus pada transisi energi panas bumi (geothermal).

Purbaya juga menemui sejumlah mitra strategis seperti Menteri Keuangan China, Lan Fo’an, untuk membahas pembiayaan infrastruktur, serta bertemu dengan perwakilan perusahaan Amerika Serikat dalam forum Joint Roundtable guna menarik investasi di sektor teknologi, energi, dan kesehatan.

(NIA DEVIYANA)

SHARE