Didorong Kunjungan Wisatawan, HIPPINDO Optimistis Bisnis Ritel Ekspansif di Semester II-2026
Bisnis ritel di Indonesia dinilai menunjukkan performa ekspansif, terutama didorong tingginya mobilitas wisatawan.
IDXChannel - Bisnis ritel di Indonesia dinilai menunjukkan performa ekspansif, terutama didorong tingginya mobilitas wisatawan. Kondisi tersebut mendongkrak aktivitas belanja domestik, sehingga para pelaku usaha tetap optimistis menyambut momentum paruh kedua tahun atau semester II-2026 ini.
Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah, menyatakan pergerakan manusia ke dalam negeri masih cukup besar meskipun data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara pada Juni 2026 sebanyak 1,39 juta kunjungan atau turun 2,15 persen (y-on-y).
"Jadi pertama kalau untuk optimisme sektor retail di Indonesia sampai akhir tahun, kami para retail kalau melihat kemarin masa holiday itu kunjungan turis cukup banyak ya dan tempat-tempat wisata, hotel, mal di Bali, di Jakarta, Bandung itu semua penuh. Jadi sebenarnya pergerakan manusia ke Indonesia masih sangat besar," ujar Budihardjo saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (6/8/2026).
Dia menambahkan soal program belanja nasional yang dikolaborasikan bersama pemerintah menjadi katalisator untuk mengoptimalkan perputaran roda ekonomi. Program dimaksud adalah Belanja di Indonesia Aja (BINA), yang menargetkan minat konsumen melalui diskon-diskon di pusat perbelanjaan, dan sudah berlangsung beberapa tahun belakangan secara musiman per kuartal.
"Dalam program BINA itu biasanya kami itu berjalan satu bulan itu dengan kolaborasi F&B, dan semua itu angkanya sekitar Rp 50 triliun perputaran uangnya. Nah kami harapkan mulai besok sampai misalkan sampai 2 minggu ke depan (program BINA) ya mungkin sekitar 25 triliun dari diskon yang menjadi bagian program BINA. Tahun lalu sekitar angkanya di 30-an triliun rupiah dari agenda BINA se-Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian optimistis perdagangan domestik akan mampu melampaui proyeksi awal meski pola musiman belanja kian bergeser.
Asisten Deputi Perdagangan Dalam Negeri, Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ismariny, menekankan pentingnya kesinambungan program promosi mengingat rentang waktu antarmomentum besar di sektor perdagangan kini semakin panjang. Sejalan itu, daya beli akan terkerek naik.
"Ini bisa mendorong industri kita itu yang kita harapkan jadi ini selalu berputar, mungkin memang ada yang turun, tapi kalau kita bisa jaga kita berharap ini bisa menjaga produksi dari industri dalam negeri kita jadi ini kami berharap akan saling mendukung dan kita bisa sama-sama menjaga pertumbuhan ekonomi nasional kita," kata dia.
(NIA DEVIYANA)