ECONOMICS

Ditjen Migas ESDM Sebut BOBIBOS Bisa Jadi Solusi RI Kurangi Ketergantungan Impor BBM

Dwinarto 16/04/2026 17:14 WIB

BOBIBOS kini masuk radar Kementerian ESDM sebagai salah satu solusi potensial untuk mengurangi ketergantungan impor BBM.

Ditjen Migas ESDM Sebut BOBIBOS Bisa Jadi Solusi RI Kurangi Ketergantungan Impor BBM. (Foto Dwi Narto/IMG)

IDXChannel – Di tengah ancaman krisis energi global, inovasi bahan bakar alternatif dalam negeri mulai dilirik serius pemerintah. 

Bahan Bakar Orisinil Buatan Indonesia Bos (BOBIBOS) kini masuk radar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai salah satu solusi potensial untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).

Hal itu mengemuka dalam audiensi antara tim BOBIBOS dan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas) ESDM di Jakarta, Senin (13/4/2026). 

Dalam pertemuan tersebut, BOBIBOS mendapat lampu hijau untuk melangkah ke tahap uji jalan resmi sesuai ketentuan pemerintah.

Founder BOBIBOS Iklas Thamrin mengungkapkan, pihaknya telah melakukan serangkaian uji internal sebelum masuk ke tahap pengujian pemerintah. Hasilnya, bahan bakar ini diklaim memiliki performa menjanjikan.

“Kami sudah tes jalan di berbagai merek motor, mobil, diesel bahkan truk. Emisinya nol dan lebih irit,” ujar Iklas dalam paparannya.

Tak hanya soal performa, BOBIBOS juga membawa misi ekonomi kerakyatan. 

Pembina BOBIBOS Mulyadi menjelaskan, bahan bakar ini berasal dari jerami—limbah pertanian yang selama ini kerap dibakar dan tidak memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Dengan hadirnya BOBIBOS, petani bisa tersenyum dua kali. Saat panen menghasilkan beras, setelah panen jeraminya pun bernilai ekonomi,” kata Mulyadi.

Dia menilai, inovasi ini berpotensi memberikan dampak luas bagi Indonesia, mulai dari menekan impor BBM, meningkatkan kesejahteraan petani, hingga mengurangi polusi dari bahan bakar fosil.

“Yang paling penting, ini juga membuka lapangan pekerjaan baru,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Migas ESDM Laode Sulaeman menyambut positif inovasi tersebut. Sebab, Indonesia membutuhkan terobosan energi alternatif yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap bensin impor.

“Ini bisa menjadi salah satu solusi. Nanti akan dilakukan uji pada kendaraan mobil dan motor, kita fokuskan di sana,” ujar Laode.

Untuk mempercepat proses, Laode menunjuk Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Noor Arifin Muhammad, untuk memimpin tim teknis bersama perwakilan BOBIBOS dalam menyusun kebutuhan uji coba.

Selain itu, pemerintah mengingatkan pentingnya pemenuhan aspek perizinan lintas kementerian, terutama terkait izin edar dan komersialisasi produk.

Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Balai Besar Pengujian Migas (LEMIGAS) Halim Sariwardana, Direktur Bioenergi Edi Wibowo dan perwakilan Ditjen EBTKE Prof Eniya Listiani Dewi.

Dengan dimulainya tahap pengujian resmi, BOBIBOS kini selangkah lebih dekat untuk membuktikan diri sebagai energi alternatif karya anak bangsa di tengah tantangan krisis energi global.

(Dhera Arizona)

SHARE