Dongkrak Angka Lifting Migas, PHE Minta Dukungan Pembebasan Lahan hingga Pasokan Listrik
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) meminta dukungan pemerintah terkait perizinan pembebasan lahan, hingga keandalan suplai listrik.
IDXChannel - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) meminta dukungan pemerintah terkait perizinan pembebasan lahan, hingga keandalan suplai listrik yang dilakukan oleh eksternal perusahaan untuk mendukung peningkatan lifting minyak dan gas bumi (migas) nasional.
Direktur Utama PHE Awang Lazuardi mengatakan, perseroan membutuhkan dukungan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan baseline produksi, eksplorasi, hingga pengembangan lapangan baru (greenfield development) guna meningkatkan cadangan dan produksi migas nasional.
"Kita memerlukan dukungan terutama terkait dengan stakeholders dalam rangka untuk melakukan beberapa pekerjaan dalam hal managing baseline, dalam hal melakukan eksplorasi dan juga pengembangan di greenfield development juga peningkatan cadangan," ujar Awang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Selama ini, kata dia, pemerintah telah memberikan dukungan melalui perbaikan fiskal dan fleksibilitas regulasi. Namun, masih terdapat sejumlah aspek pendukung (enablers) yang perlu diperkuat agar proyek migas dapat berjalan lebih cepat.
Misalnya, percepatan perizinan pembebasan lahan serta keandalan pasokan listrik dan gas yang berasal dari pihak eksternal perusahaan.
"Dalam aspek enablers apakah itu perizinan pembebasan lahan dan juga keandalan sistem kelistrikan dan suplai gas yang disuplai oleh pihak eksternal kami itu juga kami sangat membutuhkan dukungan," katanya.
Awang melaporkan, saat ini perseroan tengah melakukan eksplorasi minyak nonkonvensional di wilayah Riau melalui pemboran dua hingga tiga sumur. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan 16 sumur eksplorasi konvensional di sejumlah wilayah kerja.
"Itu secara garis besar program-program rencana kerja kita di tahun 2026 ini, untuk mencapai target yang kita canangkan," ujarnya.
Di sektor pengembangan, PHE menjalankan berbagai proyek greenfield development seperti Akasia Prima, Manpatu, OX, dan Sisinubi, serta pengembangan lapangan-lapangan migas utama yang produksinya mulai menurun akibat usia lapangan yang semakin tua.
Perseroan juga tengah melakukan evaluasi ulang data seismik dan subsurface untuk mencari potensi cadangan baru. Dari langkah tersebut, perusahaan mengklaim berhasil menemukan sejumlah pengembangan lapangan yang prospektif.
Beberapa wilayah yang berhasil ditemukan antara lain Penuang di ONWJ, Lapangan 5, Abab, Tanjung Miring Barat, Lembak Kemang Tapus, hingga Salawati. Model pengembangan tersebut rencananya akan direplikasi di wilayah kerja lainnya.
(Dhera Arizona)