ECONOMICS

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, BPS: Sinyal Fundamental Kuat di Tengah Kondisi Global

Tangguh Yudha 06/08/2026 13:55 WIB

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29 persen pada triwulan II-2026 di tengah ketidakpastian global.

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, BPS: Sinyal Fundamental Kuat di Tengah Kondisi Global. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) menilai perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global dan tekanan geopolitik. Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,29 persen pada triwulan II-2026.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa fundamental ekonomi domestik masih kuat meski kondisi global masih dibayangi berbagai tantangan.

"Tentunya yang menjadi catatan kita bersama adalah bahwa di tengah ketidakpastian global, di tengah tekanan geopolitik, ternyata Indonesia bisa cukup tangguh ekonominya dan tumbuh sebesar 5,29 persen," katanya, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, salah satu faktor yang menopang pertumbuhan ekonomi adalah tetap kuatnya konsumsi masyarakat. Pada triwulan II-2026, konsumsi rumah tangga tercatat masih tumbuh sekitar 5 persen.

Selain itu, investasi juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan mencapai 6,9 persen. Kondisi tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi dan kepercayaan pelaku usaha yang tetap terjaga.

"Karena ternyata konsumsi masyarakat kita masih bisa tetap solid di sekitar 5 persen, lalu investasinya juga tumbuh cukup tinggi 6,9 persen," lanjutnya.

Amalia menambahkan, dari sisi pengeluaran, belanja pemerintah menjadi salah satu kontributor utama terhadap pertumbuhan ekonomi. Konsumsi pemerintah tumbuh hampir 16 persen dan memberikan kontribusi sekitar 1 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Ia menegaskan, kombinasi antara konsumsi masyarakat yang tetap terjaga, investasi yang tumbuh kuat, serta peningkatan belanja pemerintah menunjukkan ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang solid di tengah berbagai tantangan global.

"Nah, jadi dari 5,29 persen itu 1 persen basis poinnya itu dari konsumsi pemerintah. Itu mungkin. Jadi Indonesia tetap solid, ya. Masyarakat tetap memiliki kemampuan untuk konsumsi karena tumbuh 5 persen," tandasnya. (Febrina Ratna Iskana)

SHARE