Ekspor RI Tembus USD300 Miliar, Kadin Ambil Bagian Perluas Pasar Global
Kadin bersiap mengakselerasi kinerja perdagangan luar negeri seiring capaian nilai ekspor nasional yang kini menyentuh kisaran USD300 miliar.
IDXChannel - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersiap mengakselerasi kinerja perdagangan luar negeri seiring capaian nilai ekspor nasional yang kini menyentuh kisaran USD300 miliar.
Kadin menilai peluang pertumbuhan ekspor masih terbuka lebar melalui pemetaan potensi komoditas unggulan dan pemanfaatan perjanjian dagang internasional secara optimal.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan bahwa peningkatan kinerja ekspor perlu dilakukan secara terarah dengan membedah kekuatan masing-masing sektor industri. Menurutnya, pemanfaatan skema kerja sama ekonomi bilateral maupun multilateral menjadi kunci utama untuk memperluas penetrasi produk domestik ke pasar nontradisional.
"Kadin menyoroti fokus bahwa ekspor Indonesia itu sekitar USD300 miliar dan bagaimana kita bisa meningkatkannya dengan melihat sektor per sektor. Sektor yang sudah mengekspor akan dikembangkan lebih jauh melalui keberadaan free trade agreement serta comprehensive economic partnership yang baru," ujar Anindya saat dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (4/9/2026).
Selain aktif menjajaki kemitraan dagang baru dalam setiap agenda lawatan ke mancanegara, Kadin juga berfokus memperkuat ekosistem usaha dari sisi hulu. Kesiapan kapasitas produksi dan ketersediaan akses pembiayaan yang memadai dinilai menjadi faktor penentu agar para eksportir lokal mampu bersaing secara berkelanjutan.
"Setiap kunjungan ke luar negeri kami selalu mencari lawan main dalam berdagang, dan di sisi supply kami ingin memastikan eksportir memiliki kecukupan kapasitas hingga permodalan. Kami sangat yakin bahwa ke depan ekspor akan terus menjadi motor utama penggerak perekonomian," tuturnya.
Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus sebesar USD120 juta pada Juli 2026, setelah sempat mengalami defisit pada periode Mei dan Juni 2026.
Capaian surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2026 sebesar USD120 juta tersebut didorong oleh performa nilai ekspor yang berhasil melampaui angka impor.
Nilai ekspor Indonesia pada Juli 2026 tercatat sebesar USD26,22 miliar, atau tumbuh 6,05 persen dibandingkan capaian Juli 2025.
Sementara itu, nilai impor per Juli 2026 mencapai USD26,09 miliar atau melonjak 27,02 persen dibandingkan Juli 2025, dengan kontribusi nilai impor migas sebesar USD3,77 miliar yang melesat 49,91 persen secara tahunan.
Pada kondisi Juli tahun 2026 nilai ekspor mencapai USD26,22 miliar atau naik sebesar 6,05 persen dibandingkan dengan Juli tahun 2025. Nilai ekspor migas tercatat senilai USD0,79 miliar atau turun sebesar 14,58 persen.
Adapun untuk nilai ekspor nonmigas tercatat mengalami kenaikan sebesar 6,84 persen dengan nilainya USD25,43 miliar.
(kunthi fahmar sandy)