ECONOMICS

Ekspor RI Tumbuh di Awal 2026, Capai USD44,32 Miliar hingga Februari

Anggie Ariesta 01/04/2026 11:59 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada periode Januari hingga Februari 2026 mencapai USD44,32 miliar.

Ekspor RI Tumbuh di Awal 2026, Capai USD44,32 Miliar hingga Februari. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada periode Januari hingga Februari 2026 mencapai USD44,32 miliar. Angka tersebut meningkat 2,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan peningkatan ekspor tersebut terutama didorong oleh kinerja ekspor nonmigas yang menunjukkan pertumbuhan positif.

“Sepanjang Januari hingga Februari 2026 total nilai ekspor mencapai USD44,32 miliar atau naik 2,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Ateng dalam konferensi pers Rilis BPS, Rabu (1/4/2026).

Secara rinci, nilai ekspor migas tercatat sebesar USD1,97 miliar atau turun 9,75 persen secara tahunan. Sementara itu, ekspor nonmigas mencapai USD42,35 miliar atau meningkat 2,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama peningkatan ekspor nonmigas. Pada periode Januari–Februari 2026, ekspor dari sektor ini tercatat tumbuh 8,19 persen secara tahunan dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekspor sebesar 5,30 persen.

Beberapa komoditas yang mencatatkan kenaikan signifikan antara lain minyak kelapa sawit dan turunannya, nikel, kendaraan bermotor roda empat atau lebih, semikonduktor dan produk elektronik lainnya, serta bahan kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian.

Dari sisi negara tujuan, ekspor nonmigas ke China tercatat sebesar USD10,46 miliar hingga Februari 2026 atau meningkat 18,24 persen. Selain China, peningkatan ekspor juga tercatat ke Amerika Serikat, India, dan Uni Eropa. Sementara itu, ekspor nonmigas ke kawasan ASEAN mengalami penurunan.

Khusus pada Februari 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai USD22,17 miliar atau naik 1,01 persen dibandingkan Februari 2025. Ekspor migas tercatat sebesar USD1,08 miliar atau turun 4,25 persen, sedangkan ekspor nonmigas mencapai USD21,09 miliar atau meningkat 1,30 persen secara tahunan.

Ateng menjelaskan, kenaikan nilai ekspor secara tahunan pada Februari terutama didorong oleh peningkatan beberapa komoditas utama, seperti lemak dan minyak hewan atau nabati, nikel dan turunannya, serta mesin dan perlengkapan bagiannya.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE