ECONOMICS

Ewindo Bersama Kementan Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Urban Farming

Kunthi Fahmar Sandy 04/05/2026 19:10 WIB

Ewindo dan Kementan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan di perkotaan yang semakin terbatas.

Ewindo Bersama Kementan Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Urban Farming (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian RI dan PT East West Seed Indonesia (Ewindo) memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan di perkotaan yang semakin terbatas. 

Untuk itu, Kementan dan Ewindo meluncurkan program lestari kota yang merupakan inisiatif edukatif berbasis praktik yang menghadirkan kelas berkebun, pendampingan urban farming, serta pelatihan hidroponik yang mudah diterapkan di lingkungan perkotaan. 

Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis dalam budidaya hortikultura di lahan terbatas, yang semakin relevan di tengah meningkatnya tekanan terhadap ketersediaan lahan dan kebutuhan pangan di wilayah perkotaan.

Kegiatan ini akan berlangsung mulai April hingga Agustus 2026, diawali dengan kick-off pada 30 April 2026. Selanjutnya, peserta akan mengikuti kelas praktik dan pendampingan secara berkala setiap dua minggu, dengan pendekatan belajar langsung melalui proses menanam hingga panen.

Adapun seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di lingkungan Direktorat Jenderal Hortikultura dengan memanfaatkan area kebun dan fasilitas yang tersedia sebagai sarana pembelajaran langsung di lapangan.

Program ini melibatkan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hortikultura sebagai peserta aktif. Melalui pendekatan partisipatif, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses budidaya tanaman, mulai dari penanaman hingga panen. Pendampingan berkala menjadi bagian penting untuk memastikan proses belajar berjalan berkelanjutan dan memberikan hasil yang dapat diterapkan secara nyata.

Pelaksanaan Program lestari kota dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang hortikultura, sekaligus mendorong adopsi praktik urban farming sebagai solusi pemanfaatan lahan terbatas di perkotaan. Di tengah isu perubahan iklim, urbanisasi, dan potensi gangguan rantai pasok pangan, kemampuan memproduksi pangan secara mandiri menjadi semakin penting, termasuk bagi masyarakat di wilayah perkotaan.

Berdasarkan Sensus Pertanian tahun 2023, jumlah Usaha Pertanian Perorangan Urban Farming tercatat sebanyak 13.019 unit. Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta mencatat bahwa pada tahun 2023, urban farming menghasilkan 80.834,64 ton tanaman hortikultura dan 1.326,41 ton tanaman pangan, meningkat dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 65.215 ton untuk hortikultura. 

Data ini menunjukkan bahwa dengan dukungan inovasi dan praktik budidaya yang tepat, lahan terbatas di perkotaan memiliki potensi untuk terus menghasilkan secara berkelanjutan.

Karena itu, program ini juga menekankan bahwa inovasi di sektor pertanian tidak selalu harus berskala besar. Inovasi yang berdampak adalah inovasi yang dapat diakses, dipahami, dan diterapkan secara langsung oleh masyarakat, termasuk di lingkungan perkotaan. 

Melalui pendekatan sederhana seperti teknik hidroponik, pemilihan benih unggul dan varietas yang tepat, serta praktik budidaya yang efisien, program ini menghadirkan solusi yang relevan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih dari sekadar transfer pengetahuan, inovasi dalam Program lestari kota juga diwujudkan melalui metode pembelajaran yang aplikatif dan berkelanjutan. Peserta tidak hanya belajar konsep, tetapi juga mengalami langsung proses budidaya, menghadapi tantangan di lapangan, serta memahami bagaimana mengoptimalkan hasil dalam kondisi lahan terbatas. Pendekatan ini memastikan bahwa inovasi tidak hanya dipahami, tetapi juga dapat diterapkan dan direplikasi secara berkelanjutan.

Dalam program ini, Ewindo tidak hanya menghadirkan benih, tetapi juga pendekatan budidaya yang adaptif terhadap keterbatasan lahan perkotaan. 

Melalui pemilihan varietas yang tepat, metode budidaya yang mudah diterapkan, serta pendampingan yang berkelanjutan, Ewindo berupaya mendorong praktik urban farming agar dapat diadopsi secara luas dan memberikan hasil yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Program lestari kota merupakan wujud komitmen kami untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya relevan bagi petani, tetapi juga bagi masyarakat luas, termasuk di wilayah perkotaan. Melalui pendekatan yang praktis dan mudah diterapkan, kami ingin menunjukkan bahwa setiap orang dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan, dimulai dari lingkungan terdekat,” ujar Corporate Secretary Ewindo Faisal Reza dikutip Senin (4/5/2026).

Lebih jauh, keterampilan yang diperoleh tidak hanya bermanfaat di lingkungan kerja, tetapi juga dapat diterapkan di rumah tangga maupun komunitas. Hal ini membuka peluang bagi masyarakat perkotaan untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, sekaligus meningkatkan kualitas konsumsi melalui akses terhadap sayuran segar yang ditanam sendiri.

Program ini juga menjadi contoh kolaborasi multipihak dalam menjawab tantangan ketahanan pangan. Pendekatan edukasi berbasis praktik ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah lain, sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan memperkuat peran urban farming sebagai bagian dari sistem pangan yang berkelanjutan. 

(kunthi fahmar sandy)

SHARE