ECONOMICS

Gangguan Supply Chain Tak Berdampak Negatif, Laba Uniqlo Tumbuh 45,7 Persen

Kurnia Nadya 09/07/2026 15:05 WIB

Kinerja impresif ini berhasil dicapai meskipun perusahaan harus menghadapi gangguan rantai pasok dan logistik akibat dampak perang Iran.

Gangguan Supply Chain Tak Berdampak Negatif, Laba Uniqlo Tumbuh 45,7 Persen. (Foto: Istimewa)

IDXChannelFast Retailing, raksasa ritel asal Jepang, pemilik merek pakaian global Uniqlo, mengumumkan lonjakan laba kuartalan sebesar 45,7 persen pada Kamis (9/7/2026). 

Kinerja impresif ini berhasil dicapai meskipun perusahaan harus menghadapi gangguan rantai pasok dan logistik akibat dampak perang Iran-AS. Hasil positif ini sekaligus memantapkan langkah perusahaan menuju rekor pendapatan tertinggi selama lima tahun berturut-turut.

Melansir CNA (9/7/2026), dalam laporan keuangannya, Fast Retailing membukukan laba operasional sebesar 213,79 miliar yen, atau setara dengan USD1,32 miliar (sekitar Rp23,88 triliun) untuk periode tiga bulan yang berakhir pada bulan Mei.

Angka tersebut menunjukkan lompatan besar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 146,74 miliar yen. 

Pencapaian ini juga jauh melampaui rata-rata estimasi dari tujuh analis yang dikompilasi oleh LSEG, yang sebelumnya memproyeksikan laba di kisaran 177,73 miliar yen.

Melihat performa yang solid dan kuatnya daya beli konsumen global terhadap produk Uniqlo di tengah ketidakpastian geopolitik, manajemen Fast Retailing memutuskan untuk menaikkan target kinerja mereka.

Perusahaan menaikkan perkiraan laba operasional untuk setahun penuh menjadi 730 miliar yen, naik dari target sebelumnya yang dipatok di angka 700 miliar yen, dikutip dari CNA (9/7/2026).


(Eugenia Siregar)

SHARE