Goldman Sachs Ramal Harga Minyak Tembus USD120 pada Akhir 2026 Jika Perang Iran Tak Usai
Harga minyak mentah bisa menembus USD120 per barel pada akhir 2026 jika perang di Timur Tengah terus berlanjut dan Selat Hormuz tetap tertutup.
IDXChannel - Harga minyak mentah bisa menembus USD120 per barel pada akhir 2026 jika perang di Timur Tengah terus berlanjut dan Selat Hormuz tetap tertutup.
Dilansir dari OilPrice pada Kamis (23/7/2026), hal itu disampaikan Goldman Sachs dalam prediksi terbarunya sebagai respons terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
"Eskalasi di Timur Tengah dan penurunan perkiraan aliran minyak dari Teluk Persia hingga di bawah 45 persen dari tingkat sebelum perang telah mendorong harga minyak kembali naik," kata analis komoditas Goldman dalam sebuah catatan yang dirilis pekan ini.
Beberapa minggu yang lalu, analis komoditas Goldman memperingatkan tentang kelebihan pasokan minyak karena permintaan yang lemah dan pasokan yang melimpah, dengan asumsi bahwa perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS) telah mereda.
Namun sejak itu, situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas secara cepat. Selain kembali bentroknya Iran dan AS di Teluk Persia, kelompok militan Houthi dan Arab Saudi juga mengalami gesekan di Laut Merah.
Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah baru-baru ini. Hal ini dapat semakin mengguncang pasar minyak dunia.
Sebelum pengumuman Houthi, Selat Hormuz kembali lumpuh akibat kembali pecahnya perang antara Iran dan AS. Teheran menyerang kapal-kapal yang berafiliasi dengan AS, sementara Washingtin menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Iran. (Wahyu Dwi Anggoro)