Green Education Sejak Dini Penting untuk Mendorong Pengembangan Ekonomi Hijau
Aktivitas edukasi ini juga bermanfaat untuk mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan digital.
IDXChannel – Green education menjadi sarana penting bagi generasi muda dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip ekonomi sirkular dan berkelanjutan.
Aktivitas edukasi ini juga bermanfaat untuk mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan digital, tetapi juga memahami hubungan antara pangan, energi, ekonomi, teknologi, sumber daya alam, dan keberlanjutan lingkungan.
“Talenta masa depan harus memahami bahwa pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan bukan dua agenda yang terpisah. Anak-anak kita hari ini akan menjadi entrepreneur, profesional, konsumen, pemimpin, dan pengambil keputusan di masa depan. Karena itu, wawasan ekonomi hijau perlu mulai dibangun sejak mereka masih berada di bangku sekolah,” kata Vice President PT ESGIN Global Partners Yayang Ruzaldy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Dia menambahkan, Green Education perlu bergerak lebih jauh dari sekadar pemahaman konseptual menuju partisipasi nyata. Gerakan ini harus berangkat dari knowledge menuju action dengan memberikan ruang kepada generasi muda untuk melakukan aktivitas nyata, mulai dari mengurangi sampah dan food waste, menghemat energi dan air, menjaga lingkungan, hingga berpartisipasi dalam ekonomi sirkular.
Dalam penerapan green education ini, ESGIN menggandeng sejumlah pihak seperti Koperasi Pangan Cendekia Indonesia (KPCI), dan Koperasi Kencana Darma Cendekia (KKDC) untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pertanian berkelanjutan dan rantai pasok pangan, ekonomi sirkular, teknologi digital lingkungan, green project, climate project, serta pemberdayaan masyarakat.
Dalam kolaborasi tersebut, KPCI akan memperkuat ekosistem hulu melalui jaringan petani, kelompok tani, koperasi, wilayah dan komoditas pertanian potensial, termasuk pengembangan pola kemitraan usaha pertanian dan contract farming. Sedangkan, KKDC akan memperkuat sisi hilir melalui pengembangan rantai pasok, distribusi, pemasaran, akses pasar, jaringan konsumen, serta komunitas.
(Nur Ichsan Yuniarto)