ECONOMICS

Harga Bawang Putih dan MinyaKita Dipastikan Turun Awal Februari 2026, Ini Penyebabnya

Tangguh Yudha 29/01/2026 19:17 WIB

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan harga bawang putih dan Minyakita segera turun dalam waktu dekat.

Harga Bawang Putih dan MinyaKita Dipastikan Turun Awal Februari 2026, Ini Penyebabnya. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan harga bawang putih dan Minyakita segera turun dalam waktu dekat.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan menyampaikan, persoalan utama kenaikan harga bawang putih yang sebelumnya disebabkan oleh proses perizinan impor (PI) sudah diselesaikan. Seluruh PI bawang putih telah diterbitkan dan tercatat dalam Indonesia National Single Window (INSW).

"Jadi seharusnya sih dalam minggu-minggu ini sudah mendarat tuh bawang putihnya yang diimpor itu," ujarnya saat dijumpai di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2026).

Sesuai dengan jadwal yang disampaikan para importir, kata Iqbal, bawang putih impor diperkirakan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Januari atau awal Februari 2026. Dengan masuknya pasokan tersebut, harga bawang putih diyakini segera turun.

"Barang bawangnya sudah ada di Tanjung Priok seharusnya tuh, di akhir Januari ini atau di awal Februari. Kalau barangnya sudah ada, otomatis itu akan turun. Akan sesuai dengan harga acuan," katanya.

Selain bawang putih, Kemendag juga memantau pergerakan harga Minyakita. Iqbal menyebutkan, harga rata-rata nasional Minyakita menunjukkan tren penurunan dalam sepekan terakhir.

"Kalau misalnya di minggu lalu itu rata-rata nasional harga MinyaKita itu Rp16.800 per liter, sekarang itu sudah menjadi Rp16.500 per liter. Terjadi penurunan. Nah ini kita harapkan kalau misalnya ini sudah optimal nanti di akhir bulan ini, itu bisa mencapai harga eceran tertinggi yang telah kita sepakati bersama," katanya.

Sementara itu, untuk komoditas protein hewani seperti telur ayam, kondisi pasokan justru dinilai aman. Bahkan, menurut Iqbal, saat ini terjadi surplus telur di sejumlah daerah.

"Telur itu suplus malah. Malah tadi kita mempertemukan dengan off taker-nya lagi ini, kalau misalnya suplus disalurkan kepada anggota Hippindo, kemudian kami juga minta kepada dinas seluruh Indonesia, kalau misalnya ada dinamika terkait dengan ketersediaan stok telur yang sedikit menurun," katanya.

(Dhera Arizona)

SHARE