ECONOMICS

Harga Beras Sulit Turun, Ini Salah Satu Penyebabnya

Iqbal Dwi Purnama 08/06/2024 21:50 WIB

Wakil Ketua Perpadi (Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia) Billy Harianto menjelaskan saat ini ongkos produksi beras mengalami peningkatan.

Harga Beras Sulit Turun, Ini Salah Satu Penyebabnya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Wakil Ketua Perpadi (Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia) Billy Harianto menjelaskan saat ini ongkos produksi beras mengalami peningkatan. Hal itu turut menyeret dampak pada kenaikan harga beras tingkat konsumen akhir, yaitu masyarakat.

"Biaya produksi mahal," ujar Billy saat dihubungi MNC Portal, Sabtu (8/6/2024).

Menurutnya naiknya ongkos produksi beras itu disebabkan utamanya oleh harga gabah di tingkat penggilingan mengalami kenaikan. Bahkan saat ini harga gabah menurutnya sudah Rp6.500/kg. 

Jika harga gabah demikian maka harga beras yang sampai di pedagang eceran dua kali lipat dari harga gabah tersebut, atau sekitar Rp13 ribu/per kilogram.

Lebih lanjut, Billy mengungkapkan harga gabah yang mahal juga disebabkan oleh harga pupuk yang saat ini juga turut mengalami kenaikan. Disamping itu, ketersedian air yang berkurang akibat musim kemarau juga pengaruhi produktivitas pertanian.

Berdasarkan data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), akibat El Nino ini volume tampungan bendungan di Pulau Jawa berkurang sekitar 19%, yaitu sebesar 981,5 juta meter kubik air.

Salah satu dampak yang paling mengkhawatirkan dari penurunan volume air ini adalah berkurangnya pasokan air untuk irigasi, yang pada gilirannya akan mengurangi luas lahan yang dapat diairi pada musim tanam.

"Air susah, di sini (Jawa Tengah) sudah mulai masuk kemarau lagi," ujar Billy. (WHY)

SHARE