Harga Komoditas Turun usai MoU AS-Iran, dari Minyak hingga Pupuk
Juru bicara Dana Moneter Internasional (IMF), Julie Kozack, mengatakan bahwa harga komoditas turun.
IDXChannel - Juru bicara Dana Moneter Internasional (IMF), Julie Kozack, mengatakan bahwa harga komoditas turun, setelah kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) meningkatkan harapan perdamaian.
Dilansir dari Anadolu Agency pada Minggu (28/6/2026), dia mengatakan bahwa perang di kawasan itu menguji ketahanan ekonomi global.
Agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran menyebabkan penutupan Selat Hormuz, jalur maritim penting bagi berbagai komoditas.
AS dan Iran baru-baru ini menandatangani nota kesepahaman (MoU) perdamaian, yang antara lain mencakup penghentian pertempurn selama 60 hari dan pembukaan Selat Hormuz.
Mengenai harga komoditas, Kozack mencatat bahwa harga minyak telah turun dari puncaknya yang dicapai selama perang.
Dia menambahkan bahwa harga gas alam, logam dasar, urea, dan beberapa jenis pupuk lainnya juga menurun.
Mengenai inflasi dan ekspektasi inflasi, Kozack mengatakan beberapa bank sentral menaikkan suku bunga sementara yang lain tetap mempertahankan suku bunga.
Dia mencatat bahwa IMF secara umum melihat ekspektasi inflasi tetap stabil, tetapi terus menyarankan bank sentral untuk tetap waspada terhadap memburuknya ekspektasi tersebut. (Wahyu Dwi Anggoro)