Harga Minyak Dunia Tembus USD100, Ini Tanggapan Bahlil
Pembengkakan subsidi anggaran untuk menutupi peningkatan harga minyak menjadi masalah serius bagi pemerintah.
IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi lonjakan harga minyak dunia yang sudah menyentuh USD100 per barel atau melampaui asumsi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di angka USD70 per barel.
Bahlil menyebut, peningkatan harga minyak seiring penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur perdagangan energi global dengan pangsa pasar hingga 20 persen.
"Memang kalau kita melihat, posisi harga minyak dunia sekarang sudah melampaui USD100 dolar per barel. Inilah yang terjadi di global akibat dampak dari perang Iran melawan Israel dan Amerika," ujarnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, stok BBM dalam negeri mencukupi untuk kebutuhan selama 21 hari. Namun, pembengkakan subsidi anggaran untuk menutupi peningkatan harga minyak menjadi masalah serius bagi pemerintah.
"Problem kita sekarang bukan stok, stok tidak ada masalah, sudah ada semua. Kita itu sekarang tinggal di harga. Nah kita sekarang sedang meng- exercise untuk melakukan langkah yang komprehensif," tuturnya.
Meski demikian, Bahlil memastikan pemerintah belum memiliki opsi untuk menaikkan harga BBM subsidi. Namun untuk BBM non subsidi, sudah pasti mengikuti volatilitas harga minyak dunia.
"Tapi sekali lagi saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa gimana menyangkut dengan harga, karena sampai dengan hari raya ini insyaallah enggak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi," kata Bahlil.
Sekedar informasi, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) 13,53 persen ke level USD103,2 per barel pada perdagangan Senin (9/3/2026) pukul 13.00 WIB. Sementara untuk minyak acuan global Brent mengalami penguatan 16,19 persen ke level USD107,7 per barel.
(DESI ANGRIANI)