ECONOMICS

Harga Minyak Meroket, Prabowo Singgung Penghematan BBM hingga Pengurangan Gaji Pejabat

Binti Mufarida 13/03/2026 21:25 WIB

Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah opsi yang dilakukan berbagai negara sebagai respons atas kenaikan harga minyak mentah dunia.

Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah yang dilakukan berbagai negara sebagai respons atas kenaikan harga minyak mentah dunia. (Foto: Dok. Setneg)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah opsi yang dilakukan berbagai negara sebagai respons atas kenaikan harga minyak mentah dunia akibat gejolak di Timur Tengah. Beberapa opsi tersebut mulai dari penghematan konsumsi BBM hingga pemangkasan gaji pejabat

Perang yang berkecamuk antara Iran dan AS-Israel membuat harga minyak meroket hingga menembus level USD100 per barel. Kenaikan tersebut juga diperparah dengan langkah Iran yang menutup selat Hormuz kecuali beberapa negara seperti China dan Rusia.

Dalam arahannya, Prabowo menilai gejolak harga minyak dapat berdampak luas terhadap ekonomi domestik, termasuk harga pangan. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah proaktif untuk menekan konsumsi energi, salah satunya melalui kebijakan efisiensi penggunaan BBM oleh instansi pemerintah.

“Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita,” katanya.

Menurut Prabowo, sejumlah negara telah lebih dulu mengambil langkah serupa. Beberapa negara yang telah melakukan penghematan energi seperti yang dilakukan oleh Thailand dan Vietnam yang mendorong sebagian pegawai bekerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk mengurangi mobilitas dan konsumsi bensin.

Sementara itu, Filipina menerapkan sistem kerja empat hari dalam sepekan di sejumlah kantor pemerintah, sekaligus membatasi perjalanan dinas serta berbagai aktivitas pemerintahan guna menekan penggunaan energi.

Prabowo pun menyinggung langkah yang dilakukan oleh Pakistan sebagai contoh kebijakan penghematan yang cukup ketat. Dalam paparannya kepada jajaran kabinet, dia menunjukkan slide berisi sejumlah langkah yang disebut sebagai “critical measures” oleh pemerintah Pakistan.

Negara tersebut menerapkan kebijakan mirip seperti saat pandemi COVID-19, di mana kantor pemerintah dan swasta memberlakukan WFH bagi sekitar 50 persen pegawainya. Selain itu, jam kerja dipersingkat menjadi empat hari dalam seminggu.

“Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah,” kata Prabowo. 

Selain kebijakan tersebut, pemerintah Pakistan juga memangkas jatah BBM bagi seluruh kementerian dan mewajibkan 60 persen kendaraan dinas tidak digunakan setiap hari. Pemerintahnya juga menghentikan sementara berbagai belanja negara seperti pembelian pendingin ruangan (AC), kendaraan, dan mebel di lembaga pemerintahan.

“Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel, dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan,” katanya. 

Langkah penghematan lainnya meliputi pengurangan kunjungan kerja, pembatasan penggunaan anggaran negara untuk kegiatan seremonial, serta penerapan pembelajaran daring di perguruan tinggi. 

Kendati demikian, Prabowo menegaskan berbagai kebijakan tersebut baru sebatas contoh yang bisa dipelajari oleh pemerintah Indonesia sebelum memutuskan langkah yang akan diterapkan di dalam negeri.

“Saya kira kita harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan, saya percaya 2-3 tahun kita akan sangat kuat tapi kita harus hemat konsumsi (BBM). Dengan demikian kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa defisit kita tidak tambah. Bahkan cita-cita saya kalau bisa kita tidak punya defisit,” ujarnya.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE