ECONOMICS

Harga Pakan Ternak Februari-Maret Turun, Industri Diminta Lakukan Penyesuaian

Tangguh Yudha 06/03/2026 12:51 WIB

Penurunan ini dinilai dapat membantu menekan biaya produksi peternak.

Harga Pakan Ternak Februari-Maret Turun, Industri Diminta Lakukan Penyesuaian. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat adanya tren penurunan harga pakan ternak di tingkat produsen pada periode Februari hingga awal Maret 2026. Penurunan ini dinilai dapat membantu menekan biaya produksi peternak.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda mengatakan tren penurunan harga pakan menjadi perkembangan positif bagi keberlanjutan usaha peternakan nasional.

"Kami secara rutin melakukan pemantauan harga melalui sistem Sistem Informasi Produksi dan Harga Pakan (SPORA) serta menjalin komunikasi dengan industri pakan. Penurunan harga ini menunjukkan adanya penyesuaian yang positif di tingkat industri sehingga dapat membantu menekan biaya produksi peternak,” ujar Agung
dalam pernyataan resminya, Jumat (6/3/2026).

Meski demikian, Agung mengungkapkan bahwa penyesuaian harga pakan baru dilakukan oleh sebagian pabrik pakan. Dari total 87 pabrik pakan unggas yang beroperasi di Indonesia, sekitar 33 pabrik atau sekitar 38 persen yang telah menurunkan harga produknya.

Dia pun mendorong pabrik pakan lainnya untuk mengikuti langkah perusahaan yang telah lebih dahulu melakukan penurunan harga, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh para peternak.

Berdasarkan pemantauan SPORA Direktorat Pakan Kementerian Pertanian, penurunan harga terjadi pada berbagai jenis pakan yang digunakan oleh peternak ayam pedaging maupun ayam petelur.

Pakan ayam pedaging (broiler) fase starter (BR1) mengalami penurunan terbesar, yakni rata-rata Rp112 per kilogram dari 33 pabrik pakan. Pada beberapa pabrik, penurunan bahkan mencapai Rp600 per kilogram, dengan rataan harga produsen sekitar Rp8.010 per kilogram.

Sementara itu, pakan broiler fase pre-starter (BR0) tercatat turun rata-rata Rp82 per kilogram dari 30 pabrik pakan dengan rataan harga produsen sekitar Rp8.451 per kilogram. Adapun pakan broiler finisher (BR2) turun rata-rata Rp89 per kilogram dari 31 pabrik pakan dengan rataan harga produsen sekitar Rp7.967 per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada pakan ayam petelur, yakni pakan layer masa produksi (P3) yang turun rata-rata Rp86 per kilogram dari 32 pabrik pakan dengan rataan harga produsen sekitar Rp6.803 per kilogram. Selain itu, konsentrat layer masa produksi (KP3) tercatat turun rata-rata Rp74 per kilogram dari 14 pabrik pakan dengan rataan harga produsen sekitar Rp7.735 per kilogram.

Menurut Agung, penurunan harga pakan tersebut merupakan kabar baik bagi peternak karena dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi usaha.

“Penurunan harga pakan tentu menjadi kabar baik bagi peternak karena akan membantu menurunkan biaya produksi. Jika biaya produksi lebih efisien, maka usaha peternakan bisa lebih berkelanjutan dan stabilitas harga produk peternakan juga lebih terjaga,” kata Agung.

(NIA DEVIYANA)

SHARE