ECONOMICS

Harga Pertamax Turbo dan Green Resmi Naik per September 2026, Bagaimana Nasib Pertamax?

Iqbal Dwi Purnama 02/09/2026 15:14 WIB

Yuliot mengatakan, harga jual Pertamax pada prinsipnya mengikuti dinamika harga minyak dunia.

Harga Pertamax Turbo dan Green Resmi Naik per September 2026, Bagaimana Nasib Pertamax? Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot buka suara terkait kenaikan harga BBM RON98 dan 95 yaitu Pertamax Turbo dan Pertamax Green yang berlaku mulai September 2026.

Yuliot mengatakan kenaikan harga tersebut merupakan hasil perhitungan PT Pertamina dengan merujuk pada harga minyak dunia yang berlaku. Ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan, maka komponen pembentukan harga jual juga praktis mengalami kenaikan.

"Itu harga kan kita lihat rata-rata (minyak dunia), dari harga itu, kira-kira berapa Biaya Pokok Penyediaan (BPP) dari PT Pertamina sendiri, kemudian di situ ada margin" ujarnya saat ditemui usai acara Indo EBTKE ConEx and Exhibition ke-12 di JIExpo Kemayoran, Rabu (2/9/2026).

Sementara untuk harga pertamax RON92 hingga saat ini belum terpantau belum mengalami kenaikan, meski dua jenis BBM di atasnya lebih dulu melakukan penyesuaian harga. 

Yuliot mengatakan, harga jual Pertamax pada prinsipnya mengikuti dinamika harga minyak dunia. Sehingga ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan, maka bisa jadi Pertamina melakukan penyesuaian harga karena BBM jenis ini tidak mendapat subsidi dari Pemerintah.

"Kalau untuk pertamax itu kan prinsipnya sesuai dengan harga pasar (minyak dunia)," kata Yuliot.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga untuk sejumlah produk BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Pertamax Green, Pertamina Dex, dan Dexlite untuk periode September 2026.

Harga pertamax turbo dibanderol Rp19.600 per liter, Harga Dexlite naik menjadi Rp23.700 per liter, harga Pertamina Dex naik menjadi Rp25.200 per liter. Sedangkan untuk pertamax green harganya naik menjadi Rp19.150 per liter.

Sebelumnya VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan  penyesuaian harga tersebut mengacu pada formula yang ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan sejumlah indikator, termasuk harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, serta faktor relevan lainnya.

Sebagai informasi tambahan, harga minyak dunia pada Selasa 1 September lalu mengalami lonjakan buntut memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Harga Minyak Brent naik 0,6 persen menjadi USD91,05 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik menjadi USD86,59 per barel.

(NIA DEVIYANA)

SHARE