IAPI Siapkan Ekosistem Asuransi Keberlanjutan Sesuai Regulasi
Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) tengah menyiapkan ekosistem sustainability assurance sebagai langkah mendukung penguatan pelaporan keberlanjutan.
IDXChannel - Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) tengah menyiapkan ekosistem sustainability assurance sebagai langkah mendukung penguatan pelaporan keberlanjutan di Indonesia. Upaya ini ditujukan untuk memperkuat mutu serta meningkatkan kredibilitas laporan keberlanjutan perusahaan.
Dewan Pengurus Nasional IAPI, Sempurna Bahri, menyampaikan bahwa tren akuntansi global kini bergerak menuju penyusunan laporan keberlanjutan yang mengacu pada aspek Environmental, Social, and Governance (ESG), tanpa mengesampingkan laporan keuangan
“Bukan hanya masalah kinerja finansial, asuransi keberlanjutan ini bertujuan membangun kepercayaan stakeholders pengguna laporan keuangan mengelola risiko, memenuhi regulasi,” kata Sempurna dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
"Jadi para pembaca laporan keuangan itu akan melihat apakah ada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan terkait hukum. Hukum itu bisa tenaga kerja, hukum lingkungan atau limbah dan macam-macam," katanya.
Ia mengatakan Inisiatif ini sejalan dengan Rencana Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (RPOJK) untuk mewajibkan Pelaku Usaha Sektor Keuangan (PUSK), emiten, dan perusahaan publik untuk menyusun laporan berdasarkan standar global melalui Pernyataan Standar Pengungkapan Keberlanjutan (PSPK) 1 dan PSPK 2.
Atas hal tersebut, IAPI menekankan bahwa pembangunan ekosistem assurance menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan kredibilitas laporan keberlanjutan yang semakin dibutuhkan oleh dunia usaha dan pasar modal.
Sementara itu, Dewan Pengurus Nasional IAPI Susanto, menyatakan bahwa kini corporate reporting sebenarnya telah menyangkut 2 elemen besar penting yakni laporan keuangan dan laporan keberlanjutan.
“Ketika investor atau pelaku di pasar modal ingin melakukan keputusan investasi yang mereka cari sekarang itu bukan cuma laporan keuangan atau informasi keuangan tapi juga bagaimana perusahaan tersebut mengelola operasionalnya itu sesuai dengan konsep-konsep yang sudah ada,” ujar Susanto.
Dalam membangun ekosistem tersebut, IAPI mengacu pada beberapa standar internasional, termasuk: International Standards on Sustainability Assurance (ISSA) 5000, International Ethics Standards for Sustainability Assurance (IESSA), Standar Manajemen Mutu (SMM) yang diadopsi dari International Standards on Quality Management, serta International Education Standards (IES) 2-4.
Langkah ini dinilai selaras dengan perkuatan kepercayaan pasar sekaligus mendukung pengembangan investasi berkelanjutan di Indonesia.
Berdasarkan arah RPOJK, implementasi assurance diperkirakan mulai berjalan pada tahun 2027, sehingga pelaku usaha memiliki waktu untuk mempersiapkan sistem, kompetensi, dan infrastruktur pendukung. Namun, peluang penerapan secara sukarela oleh perusahaan-perusahaan juga terbuka untuk meningkatkan kualitas pelaporan keberlanjutan.
(kunthi fahmar sandy)