IBC Tak Punya Pengendali meski ANTM-Inalum Kuasai Saham Mayoritas
Kepemilikan saham PT Indonesia Battery Corporation (IBC) menjadi sorotan karena tidak adanya pemegang saham pengendali di perusahaan tersebut.
IDXChannel - Kepemilikan saham PT Indonesia Battery Corporation (IBC) menjadi sorotan karena tidak adanya pemegang saham pengendali di perusahaan pembuat baterai kendaaran listrik tersebut. IBC diketahui merupakan konsorsium yang beranggotakan perusahaan-perusahaan BUMN.
MIND ID memiliki saham mayoritas IBC sebesar 67,5 persen melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Inalum (Persero) 33,75 persen. Sementara sisanya dimiliki PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) sebesar 25 persen dan PT PLN (Persero) sebesar 7,5 persen.
Direktur Utama IBM, Aditya Farhan Arif menjelaskan, meski MIND ID lewat Antam dan Inalum memegang saham mayoritas IBC, perusahaan tersebut bukan pengendali IBC.
"Hingga saat ini tidak ada entitas pemegang saham yang menjadi pemegang saham pengendali di IBC," kata Aditya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/1/2026).
Aditya menjelaskan bahwa dibentuknya IBC pada 2021 lalu atas dasar kepentingan hilirisasi mineral, khususnya nikel ke arah baterai. Seiring perkembangan, keberadaan IBC selaras dengan Asta Cita yang digaungkan rezim Prabowo Subianto, yakni soal kemandirian energi ekonomi hijau, dan hilirisasi.
"Pada dasarnya kami ingin menyiapkan material maju atau advanced materials yang nanti akan diperlukan untuk industri baterai dan mewujudkan hilirisasi mineral menuju kepemimpinan Indonesia di industri baterai dan transisi energi dunia," katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya mengaku heran dengan tidak adanya pengendali di tubuh IBC. Dia mewanti-wanti dengan struktur kepemilikan saham yang ada, sudah seharusnya IBC memiliki pemegang saham pengendali.
Bambang menekankan peranan MIND ID melalui Antam dan Inalum selaku pemegang saham utama semestinya lebih dominan dibanding PLN dan Pertamina. Keberadaan pengendali dinilai penting untuk mendorong rencana bisnis ke depan.
"Untuk men-direct (mengarahkan) biar lebih lincah IBC, ya harusnya MIND ID ini mengkoordinasi ini sebagai saham pengendali. Dan mudah-mudahan dengan adanya saham pengendali dan kemudian juga investasi-investasi yang dilakukan, ini betul-betul dapat mengakselerasikan investasi dan pengembangan teknologi baterai di Indonesia," ujarnya.
(Rahmat Fiansyah)