ECONOMICS

IIF Dukung Danareksa Terapkan Prinsip ESG di Kawasan Industri

Taufan Sukma Abdi Putra 25/02/2026 20:10 WIB

kepatuhan terhadap prinsip-prinsip ESG merupakan kunci dalam memantik aliran investasi asing (foreign direct investment/FDI) yang berkualitas.

IIF Dukung Danareksa Terapkan Prinsip ESG di Kawasan Industri (foto: iNews Media Group)

IDXChannel – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Danareksa (Persero) terkait dukungan terhadap Implementasi prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environment, Social and Governance/ESG) dalam bisnis properti industri.

Kerjasama kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut bertujuan untuk memperkuat keberlanjutan dan tata kelola yang baik di sektor industri Indonesia, sebagai bagian dari pengembangan peta jalan ESG secara komprehensif, sesuai standar global, meningkatkan daya saing, menarik investasi berkualitas, dan menghasilkan dampak ekonomi dan sosial positif bagi Indonesia.

"Ini menjadi bentuk dukungan konkret kami terhadap Danareksa, yang saat ini memiliki usaha dalam berbagai sektor. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kemitraan sebelumnya, antara kami dan anak usaha Danareksa di bidang jasa keuangan untuk transaksi pasar modal," ujar Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer IIF, Rizki Pribadi Hasan, dalam keterangan resminya, Rabu (25/2/2026).

Melalui berbagai produk dimiliki, menrut Rizki, pihaknya siap untuk senantiasa mendukung kebutuhan dan pertumbuhan Danareksa, serta memperkuat kinerja Danareksa dalam ikatan kolaboratif.

Sementara, Direktur Utama Danareksa, Yadi Jaya Ruchandi, menyatakan bahwa kepatuhan terhadap prinsip-prinsip ESG merupakan kunci dalam memantik aliran investasi asing (foreign direct investment/FDI) yang berkualitas.

Yadi pun menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk turut mengambil peran nyata dalam menciptakan ekosistem industri berkelanjutan yang mematuhi standar global.

"Kerja sama dengan IIF adalah langkah menuju pengembangan peta jalan ESG yang terukur dan tervalidasi secara global serta membangun zona industri hijau," ujar Yadi, dalam kesempatan yang sama.

(taufan sukma)

SHARE