IIMS 2026 Resmi Dibuka, Menperin Optimistis Sektor Manufaktur Tumbuh Positif
Ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 resmi dibuka pada Kamis (5/2/2026)
IDXChannel - Ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 resmi dibuka pada Kamis (5/2/2026).
Pembukaan pameran otomotif tahunan tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita yang menegaskan bahwa kinerja sektor manufaktur nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif.
Agus mengungkapkan bahwa sepanjang kuartal I hingga kuartal III tahun 2025, pertumbuhan industri manufaktur Indonesia mencapai 5,17 persen. Angka tersebut setara dengan peningkatan nilai sebesar Rp92,16 triliun berdasarkan harga konstan.
"Dari Rp1.783 triliun di tahun 2024 meningkat menjadi Rp1.875,33 triliun pada tahun 2025, year on year. Dan angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,01 persen," katanya.
Lebih lanjut, Menperin menekankan bahwa capaian tersebut menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir, pertumbuhan manufaktur mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional selama dua kuartal berturut-turut, yakni pada kuartal II dan kuartal III tahun 2025.
"Jadi selama 14 tahun belakang selalu pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari pertumbuhan manufaktur. Sekarang dua kuartal terakhir pertumbuhan manufaktur lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi," tutur dia.
Agus menilai kondisi ini merupakan arah yang ideal bagi perekonomian nasional. Menurutnya, sektor industri manufaktur seharusnya menjadi motor penggerak utama ekonomi, bukan sebaliknya.
Ia pun optimistis tren positif tersebut akan berlanjut dan berharap data resmi yang akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini kembali menunjukkan kontribusi dan pertumbuhan sektor manufaktur yang berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
"Mudah-mudahan dalam release yang akan kita dengar beberapa menit lagi (rilis BPS), yaitu kembali akan terlihat bahwa kontribusi, bahwa pertumbuhan manufaktur itu akan kembali berada di atas pertumbuhan ekonomi. Karena memang seharusnya seperti itu, manufaktur justru yang harus mengangkat ekonomi," kata dia.
(kunthi fahmar sandy)