ECONOMICS

Indonesia Kaya Emas, Bullion Bank Jadi Kunci Penguatan Kinerja Ekonomi Nasional

Tangguh Yudha 06/02/2026 20:00 WIB

Kehadiran bullion bank dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem emas sekaligus menopang sistem keuangan Indonesia.

Indonesia Kaya Emas, Bullion Bank Jadi Kunci Penguatan Kinerja Ekonomi Nasional. (Foto Tangguh/IMG)

IDXChannel - Peluncuran bullion bank oleh Presiden Prabowo Subianto pada Desember 2025 disambut positif oleh pelaku industri emas nasional. Kehadiran bullion bank dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem emas sekaligus menopang sistem keuangan Indonesia.

Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Sandra Sunanto mengatakan, industri emas dalam negeri menyambut antusias kebijakan tersebut. Menurutnya, Indonesia selama ini tertinggal dibanding negara tetangga seperti Singapura yang telah lebih dulu memiliki sistem bullion bank yang maju.

"Jadi kalau kita melihat Pak Prabowo me-launching bullion bank, kami yang ada di industri ekosistem emas di Indonesia itu sebetulnya merasa sangat happy. Kenapa? Karena negara tetangga Singapura itu punya satu sistem bullion bank yang sangat maju sebetulnya di dunia," ujarnya dalam acara ICMSS Capital Market Seminar yang digelar di Auditorium FEB UI, Depok, Jumat (6/2/2026).

Dia menilai keberadaan bullion bank memiliki nilai ekonomi yang besar bagi Indonesia, mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen emas terbesar dunia. Saat ini, Indonesia berada di peringkat lima negara dengan produksi emas terbanyak secara global.

"Berbahagialah sekali kita sebetulnya menjadi orang Indonesia. Why? Negara kita ini luar biasa sebetulnya. Bayangkan Indonesia itu punya significant gold resources estimated itu sekitar 3.600 ton. Dan sebetulnya secara per tahun produksi gold di Indonesia ini sekitar 140,1 ton," ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, Indonesia tercatat melakukan impor emas sekitar USD2 miliar per tahun dan mengekspor sekitar USD5 miliar per tahun. Ekspor emas nasional umumnya dalam bentuk granul dan perhiasan, sementara impor terbesar berupa emas batangan yang digunakan sebagai bahan baku industri.

Menurut Sandra, kondisi tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi emas nasional yang perlu dikelola secara optimal di dalam negeri. Karena itu juga, katanya, pemerintah sejak masa pandemi dinilai mulai serius membangun ekosistem emas yang kuat agar peredaran emas tetap berada di pasar domestik.

"Ini menjadi hal yang sangat penting untuk membangun ekosistem yang sangat kuat di negara kita supaya emas ini enggak beredar ke mana-mana. Jadi emas ini ada di dalam negeri, di domestic market yang memperkuat kinerja ekonomi kita. Dan bullion bank ini sebetulnya sangat support financial system," kata dia.

(Dhera Arizona)

SHARE