ECONOMICS

Indonesia Kejar Swasembada Daging, Susu, dan Kedelai dalam 3-5 Tahun

Tangguh Yudha 17/08/2026 20:00 WIB

Pemerintah terus mengejar swasembada sejumlah komoditas strategis yang masih belum terpenuhi seperti daging, susu, dan kedelai.

Pemerintah mengejar swasembada sejumlah komoditas strategis yang masih belum terpenuhi seperti daging, susu, dan kedelai. (Foto: iNews Media/Tangguh Yudha)

IDXChannel - Pemerintah terus mengejar swasembada sejumlah komoditas strategis yang masih belum terpenuhi. Dari 11 komoditas yang menjadi sasaran swasembada, Indonesia menargetkan mampu mencapai swasembada daging sapi, susu, dan kedelai dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

“Kita akan mendorong, mengejar. Dari 11 komoditas, masih ada tiga yang harus kita kejar, yaitu daging sapi, susu dan kedelai. Kami yakin kalau kita kolaborasi dan kompak, pasti ini bisa kita capai,” kata Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-81 RI di Jakarta, Senin (17/8/2026). 

Amran optimistis target tersebut dapat diwujudkan dalam tiga hingga lima tahun melalui penguatan produksi serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Menurut Amran, upaya mencapai swasembada komoditas tersebut menjadi bagian dari pekerjaan besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Dari sisi tata kelola pemerintahan, Kementan juga mencatat capaian dengan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan tahun anggaran 2025. “Dua hari yang lalu kita mendapatkan opini WTP dari BPK,” ujar Mentan Amran.

Amran menilai berbagai capaian tersebut semakin penting di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Konflik geopolitik, ancaman krisis pangan dan perubahan harga komoditas dunia menjadi tantangan yang harus diantisipasi Indonesia.

Namun, di tengah situasi tersebut, Indonesia justru mampu menjaga ketersediaan pangan nasional dan bahkan mulai mengekspor beras ke negara lain.

“Alhamdulillah, di saat krisis melanda belahan dunia, Indonesia surplus, bahkan ekspor beras ke negara lain,” katanya.

Selain pangan, sektor pertanian juga berperan dalam penguatan energi nasional melalui pemanfaatan produk sawit sebagai bahan baku biofuel. Menurut Mentan Amran, pemanfaatan CPO untuk biofuel turut mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar hingga sekitar 5 juta ton.

Amran menegaskan seluruh capaian tersebut harus menjadi momentum untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu fondasi kedaulatan bangsa.

“Kementerian Pertanian bekerja tanpa tanggal merah, semuanya tanggal hitam. Itu demi Merah Putih, demi kehormatan bangsa,” tegasnya.

Dia pun mengajak seluruh jajaran Kementan untuk mempertahankan semangat kerja dan kolaborasi. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia.

“Indonesia negara besar, potensinya luar biasa. Bahkan diprediksi pada 2045 atau 2050 Indonesia menjadi kekuatan nomor lima dunia, bahkan bisa nomor tiga dunia. Ini yang harus kita rebut ke depan,” pungkasnya.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE