ECONOMICS

Indonesia-Peru Sepakat Segera Selesaikan Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas

Wahyu Dwi Anggoro 16/09/2024 23:25 WIB

Indonesia dan Peru sepakat untuk mendorong percepatan penyelesaian perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif kedua negara.

Indonesia-Peru Sepakat Segera Selesaikan Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indonesia dan Peru sepakat untuk mendorong percepatan penyelesaian perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif kedua negara atau yang lebih dikenal dengan nama Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) atau IP-CEPA.  

Kesepakatan ini dicapai saat kedua negara menyelenggarakan Forum Konsultasi Bilateral (FKB) Indonesia-Peru di Lima, Peru di sela-sela penyelenggaraan Indonesia-Latin America and the Caribbean (INALAC)​ Business Forum bulan lalu.

​Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Umar Hadi dan didampingi Duta Besar Indonesia untuk Peru, Ricky Suhendar dan Direktur Amerika II Kemlu Epiphania Riris Wusananingdyah. 

​"Penyelesaian perundingan CEPA Indonesia dan Peru akan menjadi katalis bagi perluasan kerjasama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Peru secara signifikan", ujar Umar Hadi dalam keterangan persnya pada Minggu (15/9/2024).

Menurut Umar Hadi, jika CEPA diberlakukan, volume perdagangan kedua negara dapat meningkat hingga tiga kali lipat. 

Per​u merupakan salah satu mitra dagang terpenting bagi Indonesia di kawasan Amerika Latin. Tahun lalu, total perdagangan dua arah Indonesia dan Peru mencapai USD444 juta. 

​Perundingan CEPA Indonesia dan Peru pertama kalinya dilakukan pada 27-30 Mei 2024 di Lima. Pada putaran pertama ini, para negosiator kedua negara memfokuskan pembahasan pada sektor barang, antara lain terkait akses pasar perdagangan barang, kepabeanan dan fasilitasi perdagangan hingga upaya untuk mengatasi hambatan teknis perdagangan barang. 

Selain membahas CEPA, dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua negara juga membahas isu-isu strategis lainnya dalam konteks bilateral seperti kerjasama antar parlemen, pertahanan, ekonomi pembangunan hingga kelapa sawit dan anti-narkoba serta pendidikan.

Dirjen Um​ar Hadi dan mitranya juga membahas isu-isu regional dan global, seperti ASEAN-Peru, ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) hingga Keketuaan Peru di APEC 2024. Secara khusus, kedua negara juga menargetkan dapat segera menyelesaikan perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas. 

Sejak pertama kalinya menjalin hubungan diplomatik pada 1975, hubungan kedua berjalan dengan erat dan produktif, yang salah satunya tercermin dari saling kunjung di tingkat pejabat tinggi maupun parlemen kedua negara. (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE