ECONOMICS

Indonesia Shopping Festival Digelar 8-19 Agustus 2024, Bidik Transaksi Rp25 Triliun

Tangguh Yudha 30/07/2024 16:42 WIB

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) kembali menggelar Indonesia Shopping Festival (ISF) pada 8-19 Agustus 2024.

Indonesia Shopping Festival Digelar 8-19 Agustus 2024, Bidik Transaksi Rp25 Triliun (foto mnc media)

IDXChannel - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) kembali menggelar Indonesia Shopping Festival (ISF) pada 8-19 Agustus 2024. Festival belanja nasional yang berlangsung selama 12 hari ini ditargetkan meraup nilai transaksi sebesar Rp25 triliun. 

Ketua Umum DPP APPBI, Alphonzus Wijaya mengatakan, pelaksanaan ISF 2024 bertujuan untuk mengoptimalkan peningkatan jumlah transaksi ritel maupun trafik pengunjung mal. Selain itu, ISF 2024 diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

"Maksud dan tujuan diselenggarakannya ISF 2024 adalah agar lebih bisa menggerakkan lagi industri ritel yang saat ini masuk low season. Dengan ini, kita angkat agar low season tidak berdampak terlalu dalam lewat penawaran promo dan grand prize mobil," ujar Alphonzus dalam konferensi pers, Selasa (30/7).

Menurut Alphonzus, ISF 2024 ditargetkan menarik 100 juta pengunjung mal selama 12 hari gelaran. Selain itu, diharapkan bisa mencatatkan transaksi sebesar Rp25 triliun.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani menuturkan, ISF 2024 tidak hanya akan memberikan kesempatan kepada para pelaku ritel dan UMKM untuk memajukan usaha mereka, tetapi juga mendorong masyarakat untuk berbelanja di mal-mal lokal.

Inisiatif ini, sambungnya, akan sangat penting untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik, dengan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat yang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi ekonomi Indonesia.

"Jelas kita mau lihat ekonomi Indonesia ke arah positif dengan festival ini. Bukan hanya pemain besar, tapi juga UMKM bisa unjuk gigi. Dari sisi konsumen juga kita mendorong masyarakat memanfaatkan diskon untuk berbelanja," kata Shinta.

(Fiki Ariyanti)

SHARE