ECONOMICS

Indonesia Tawarkan 138 Blok Migas ke Investor Rusia

Rohman Wibowo 04/09/2026 23:00 WIB

Penawaran tersebut diutarakan di tengah berlangsungnya pembahasan kemitraan sektor energi antarkedua negara.

Indonesia Tawarkan 138 Blok Migas ke Investor Rusia. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyodorkan peluang investasi pada 138 blok minyak dan gas bumi (migas) kepada kalangan investor asal Rusia. Penawaran tersebut diutarakan di tengah berlangsungnya pembahasan kemitraan sektor energi antarkedua negara.

"Kami menawarkan sekian puluh atau sekian ratus, lebih dari seratus blok migas kepada investor-investor dari Rusia,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani dalam keterangan resmi, Jumat (4/9/2026).

Penjajakan investasi ini berlangsung di sela agenda kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Rusia dalam rangka menghadiri perhelatan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok. 

Pada forum internasional tersebut, Prabowo turut menyampaikan pidato kunci mengenai potensi penguatan sinergi strategis antara Indonesia dengan Rusia serta kawasan Eurasia.

Erani yang turut mendampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam pertemuan bilateral tersebut masih enggan merinci besaran target investasi maupun perincian potensi kerja sama yang disodorkan kepada para pemodal Rusia.

“Biar Pak Menteri yang menyampaikan dan akan lebih afdol jika Pak Menteri yang menyampaikan,” ujarnya.

Pembukaan penawaran wilayah kerja migas ini selaras dengan langkah proaktif pemerintah dalam memikat modal Rusia ke sektor hulu energi nasional. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengundang sejumlah korporasi Rusia untuk menanamkan modal dan menggarap 138 blok eksplorasi migas yang telah dibuka di Tanah Air.

Prabowo memaparkan Indonesia saat ini turut menjajaki kolaborasi bersama beberapa perusahaan Rusia guna mengeksekusi proyek infrastruktur energi, mencakup pembangunan kilang hingga fasilitas terminal penyimpanan.

Menurut Kepala Negara, Indonesia saat ini mengantongi pasokan gas alam cair (LNG) yang melimpah sehingga tidak memerlukan pasokan gas tambahan secara langsung dari Rusia. Kendati demikian, Indonesia menyatakan pintu tetap terbuka lebar untuk adopsi teknologi asal Rusia serta pengembangan proyek energi secara bersama.

Kemitraan antarkedua negara tidak hanya terbatas pada sektor minyak dan gas. Prabowo menambahkan bahwa Indonesia dan Rusia juga tengah mendalami peluang kerja sama di lini produksi pupuk dan industri hilirisasi pengolahan pertambangan.

Salah satu inisiatif strategis yang dirancang adalah rencana investasi bersama antara badan usaha pupuk Indonesia dengan konglomerasi terkemuka Rusia untuk membangun fasilitas produksi pupuk berbasis gas di kawasan Timur Jauh Rusia.

(NIA DEVIYANA)

SHARE