Ini Dampak Konflik Rusia - Ukraina ke Ekonomi Indonesia, Apa Saja?
Dampak berkepanjangan dari konflik yang terjadi antara Rusia dan Rusia juga akan berdampak terhadap posisi pada sejumlah sektor dan komoditas negara Indonesia.
IDXChannel - Ekonom membeberkan dampak dari ketegangan Rusia- Ukraina diproyeksi akan menyebabkan harga energi dunia melonjak.
Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah mengatakan dampak berkepanjangan dari konflik yang terjadi antara Rusia dan Rusia juga akan berdampak terhadap posisi pada sejumlah sektor dan komoditas negara Indonesia.
“Walaupun harga di Indonesia kemungkinan naik tapi permintaan belum tentu, secara keserluruhan posisi kita tidak akan menguntungkan atau diuntungkanapalagi kita apalagi kalau kita bicara dengan komoditas ekspor kita yang lain ,” kata Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah dalam program Market Review IDX CHANNEL, Rabu (16/2/2022).
Piter Abdullah menyampaikan banyak dampak negatif dari Konflik antara Rusia dan Ukraina diyakini bisa memicu Perang Dunia ke-3 dan mempengaruhi rantai pasok ekonomi atau supply chain di dunia khususnya indonesia, Ukraina dan Rusia.
“Akan ada banyak hal negatif, karena kalau perang itu terjadi sih yang pasti hubungan ekonomi antara kedua negara tersebut akan terhenti. Kalau terjadi ada fisik sejumlah komoditas minyak mentah, gas alam diprediksi akan melonjak harganya dan akan merembet kemana-mana termasuk ke Indonesia,” paparnya.
Menurut Piter, kinerja kerja sama antara ekonomi Ekspor Indonesia ke Negara Rusia cenderung tidak terlalu besar di antara China dan Amerika.
“Posisi rusia dari sebagian ekspor ini masih sangat berarti bagi ekonomi kita, maka dari itu saya berharap konflik ini tidak berkepanjangan dan jika berkelanjutan akan sangat merugikan kita bukan karena kenaikan harganya tapi permintaannya yang masih menurun,” paparnya.
Kedepan jika Ukriana tertekan, maka permintaan ekspor negara Indonesia ke negara Ukraina akan sangat menurut melihat kondisi disana tidak kondusif dan efektif.
“Kalau ini bisa diselesaikan dengan baik maka kondisi ukraina akan membaik dan tren perhubugan dagang kita dengan rusia dapat berlanjut terus dan bahkan bisa menopang produk ekspor kita dimasa yang akan datang,” pungkasnya.
Meski begitu, dia berharap degan adanya konflik ini bisa ditemukan solusi yang lebih permanen yang membuat wilayah indoensia dapat tumbuh stabil dan menjadi pasar perekonomian yang lebih baik.
(SANDY)