Inovasi Produk Pertadex dari Kilang Pertamina Raih Penghargaan dalam IPITEX 2026 di Thailand
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan meraih apresiasi inovasi internasional dari National Research Council of Thailand (NRCT).
IDXChannel - PT Pertamina (Persero) melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan meraih apresiasi inovasi internasional dari National Research Council of Thailand (NRCT) pada 5-9 Januari 2026 di Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC), Thailand.
Inovasi Pertamina pada formula produk unggulan Pertadex, bahan bakar diesel bersulfur rendah mampu menjadi solusi untuk permasalahan komponen penyusun Avtur, bahan bakar pesawat terbang.
Bertajuk “Boosting Low-Sulphur Diesel Output through New Fuel Formulation and Production-Line Modifications", KPI Unit Balikpapan menghasilkan efisiensi yaitu mampu meningkatkan produksi Pertadex tanpa mengorbankan komitmen produksi Avtur. Selain itu juga meminimalisir penggunaan Pertadex untuk media flushing line, produksi lebih cepat untuk mode Avtur dan Pertadex, serta berbagai efisiensi lainnya.
General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto mengatakan, inovasi yang hadir adalah strategi untuk beradaptasi dari dinamika dan tantangan bisnis saat ini. Pencapaian tersebut mencerminkan semangat inovasi yang melekat dalam budaya kerja perusahaan untuk menciptakan teknologi dan produk-produk berstandar global.
“Inovasi adalah bagian daripada strategi perusahaan untuk beradaptasi terhadap dinamika dan tantangan, baik dari dalam maupun luar organisasi. Keberhasilan ini membuktikan bahwa semangat pekerja dalam menghadirkan solusi nyata tidak pernah padam,” kata Anto melalui keterangan resmi, Selasa (20/1/2026).
Inovasi Pertadex ini telah menghasilkan lifting senilai 1.629 ribu barrel dan berkontribusi pada peningkatan profit perusahaan hingga 7,2 juta USD pada tahun 2022. Selain itu, menjaga kualitas tetap optimal, mempercepat waktu produksi menjadi 7,8 hari dari sebelumnya 10,5 hari dan menjaga aspek lingkungan menekan 1.399 ton CO2 per tahun.
Atas keunggulan tersebut, KPI Unit Balikpapan meraih Gold Medal, Invention Presentation, serta Exhibiting Valuable Invention. Penghargaan dari National Research Council of Thailand (NRCT) diserahkan langsung oleh Executive Director NRCT, Wiparat De-ong.
Para Inovator Pertamina juga mendapat Special Award dari Association of Polish Inventors and Rationalizers (API&R) dari Polandia. Penghargaan diserahkan langsung oleh CEO API&R Michal Szota sebagai bentuk apresiasi luar biasa terhadap inovasi yang dibuat.
Sebagai bentuk komitmen inovasi, perwakilan tim juga berperan serta dalam kegiatan Forum International Intellectual Property Invention Innovation and Technology Exposition (IPITEX). Ajang ini merupakan sebuah pameran inovasi internasional tahunan yang menjadi wadah bagi para penemu dan inovator dari berbagai negara untuk memamerkan karya terbaik mereka.
Inovasi unggulan Pertamina ini sebelumnya memperoleh penghargaan Platinum, atau penghargaan tertinggi pada ajang internal Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2025. Para Inovator Pertamina yang tergabung dalam Project Collaboration Improvement (PC-Prove) FOMO-DEX diketuai oleh Adimas Prasetyaaji, beranggotakan Agya Kumala Asri, Rendy Bayu Aji Suhaedy, Faizal Ramadhan Nur, Ade Suryono, Agung Aldi Saputra, Deden Riskianandika dan selaku Fasilitator Ferdana Eldriansyah.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menambahkan, penghargaan internasional ini menjadi bukti bahwa perwira Pertamina memiliki kapabilitas kelas dunia yang mampu bersaing dalam menciptakan inovasi energi. Pertamina senantiasa mendorong seluruh Subholding dan Unit Operasi untuk terus melahirkan inovasi yang berdampak nyata. Inovasi FOMO-DEX dari Kilang Balikpapan ini sangat strategis karena akan menciptakan nilai tambah finansial melalui efisiensi, serta mendukung komitmen keberlanjutan perusahaan melalui pengurangan emisi karbon.
"ni adalah bentuk konkret tranformasi berkelanjutan Pertamina, dalam mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya dan mencapai target ketahanan energi nasional," kata Baron.
Dengan diraihnya penghargaan di IPITEX 2026, menegaskan posisi PT KPI Unit Balikpapan sebagai perusahaan yang terus berinovasi terhadap kilang dan energi nasional. Hal ini juga memperkuat peran Indonesia dalam peta inovasi energi global.
IPITEX 2026 diikuti oleh 883 peserta dari 24 negara, antara lain China, Filipina, Hong Kong, India, Indonesia, Inggris, Iran, Jepang, Kanada, Korea Selatan, Kroasia, Kuwait, Laos, Makau, Malaysia, Maroko, Polandia, Rumania, Rusia, Singapura, Vietnam, Taipei, Thailand, dan Yaman.
(Rahmat Fiansyah/ADV)