Intip Cara Kemenhub Integrasikan Data Penumpang di Jabodetabek
Sistem Satu Matrix yang telah dibangun oleh BPTJ dan dukungan data pergerakan penumpang dari berbagai institusi sudah saling terintegrasi.
IDXChannel - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan penandatangan Kesepakatan Bersama Penyediaan Data dan Informasi Perjalanan Penumpang Angkutan Massal di Wilayah Jabodetabek dengan Perusahaan Umum DAMRI, PT Kereta Commuter Indonesia, dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
Kegiatan ini merupakan upaya BPTJ mengakomodir Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2023 tentang Penggabungan Perusahaan Umum (Perum) Pengangkutan Penumpang Djakarta ke dalam Perusahaan Umum (Perum) DAMRI.
Plt Kepala BPTJ Agung Raharjo mengatakan, dengan sistem Satu Matrix yang telah dibangun oleh BPTJ dan dukungan data pergerakan penumpang dari berbagai institusi terkait yang saling terintegrasi, akan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan output matriks pergerakan orang yang sangat baik dan lengkap.
Kedepan, hal ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan perumusan strategi dan kebijakan peningkatan layanan angkutan umum di wilayah Jabodetabek.
Sistem Satu Matrix BPTJ merupakan sistem pemetaan pergerakan asal-tujuan orang berbasis big data yang dapat memproses beragam data dalam jumlah besar, cepat, dan mampu mengotomasi proses pengumpulan dan analisis data dengan akurat.
"Nantinya dengan memanfaatkan menggunakan data seluler yang dideteksi oleh Base Transceiver Station (BTS) pergerakan pengguna dari satu zona ke zona lain dapat ditentukan secara real time dengan menggunakan metode Map-Reduce dan hasilnya diperoleh matriks asal-tujuan dengan tingkat akurasi yang tinggi," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/10/2023) .
Dengan demikian, kata Agung, Satu Matrix akan mampu menampilkan berbagai data seperti total jumlah pergerakan, rata-rata pergerakan per hari, rata-rata pergerakan terbanyak, rata-rata hari terpadat, hingga rata-rata jam terpadat.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum DAMRI, Setia N. Milatia Moemin mengatakan basis data akan menjadi elemen penting untuk bisa membuat perencanaan transportasi yang baik.
Dia mengatakan pertukaran Data dan Informasi Perjalanan Penumpang Angkutan Massal ini merupakan elemen penting untuk mewujudkan data informasi pergerakan yang terintegrasi.
"Harapannya, program ataupun kebijakan yang dibuat dapat tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat dan pada akhirnya akan semakin banyak masyarakat yang beralih (shifting) kepada transportasi umum massal perkotaan dan meninggalkan penggunaan kendaraan pribadi untuk mobilitas keseharian,” ujarnya.
Dengan dukungan dari Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta yang menyediakan data MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, dan Jaklingko, serta PT KCI yang menyediakan data commuter line dan Perum DAMRI yang menyediakan data Transjabodetabek, saat ini sistem Satu Matrix BPTJ telah siap dimanfaatkan oleh semua stakeholder sebagai bahan perumusan strategi dan kebijakan peningkatan layanan angkutan umum di wilayah Jabodetabek.
(DES)