Intip Jadwal Penukaran Uang Selama Ramadan dan Idulfitri 2026
Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali mengatakan khusus wilayah DKI Jakarta, layanan penukaran terpadu akan dilaksanakan pada 12–15 Maret 2026 di GBK Senayan
IDXChannel - Bank Indonesia (BI) bersama perbankan memperkuat layanan penukaran uang Rupiah selama Ramadan dan Idulfitri 2026.
Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali mengatakan khusus wilayah DKI Jakarta, layanan penukaran terpadu akan dilaksanakan pada 12–15 Maret 2026 di GBK Basketball Hall, Senayan.
"Melalui aplikasi PINTAR, masyarakat dapat memilih jadwal dan lokasi penukaran sesuai kebutuhan. Pembukaan kuota penukaran akan dilakukan dalam 2 tahap," tuturnya di Jakarta Jumat (13/2/2026).
Pemesanan penukaran tahap pertama dilakukan mulai 13 Februari 2026 pukul 14.00 WIB untuk wilayah Pulau Jawa. Sedangkan untuk wilayah luar Pulau Jawa dapat dilakukan mulai 14 Februari 2026 pukul 8.00 WIB.
Adapun tahap kedua pemesanan penukaran dilakukan mulai 26 Februari 2026 pukul 8.00 WIB untuk wilayah Pulau Jawa dan mulai 27 Februari 2026 pukul 8.00 WIB untuk wilayah luar Pulau Jawa.
"Melalui momentum program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026, BI kembali mengajak masyarakat untuk selalu cermat mengenali ciri keaslian uang melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang)," ujar dia.
BI juga mengajak masyarakat untuk selalu merawat Rupiah dengan prinsip 5J, yaitu Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi.
Terwujudnya sinergi penyediaan uang tunai yang memadai, dan akselerasi pembayaran digital, serta peran aktif masyarakat dalam bertransaksi secara bijak diharapkan akan memperkuat kelancaran sistem pembayaran pada periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Dalam rangkaian SERAMBI 2026 yang berlangsung hingga 15 Maret 2026, Bank Indonesia telah menyiapkan uang tunai dengan kondisi layak edar sebesar Rp185,6 triliun.
Dari jumlah tersebut, sebesar Rp177 triliun dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perbankan, termasuk penarikan tunai melalui ATM dan kantor cabang perbankan.
"Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sejalan dengan aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat dan konsumsi rumah tangga yang menguat serta kebutuhan sistem pembayaran baik tunai maupun non tunai yang diprakirakan meningkat selama periode RAFI, sekaligus mendorong pertumbuhan 2026," tuturnya.
(kunthi fahmar sandy)