ECONOMICS

Investasi Danantara di AS Dinilai Buka Akses Teknologi Hulu Migas

Tim IDXChannel 12/10/2026 10:49 WIB

Investasi Danantara Indonesia di HighPeak Energy dinilai berpotensi mendukung industri hulu migas di Indonesia.

Investasi Danantara di AS Dinilai Buka Akses Teknologi Hulu Migas. (Foto: Danantara)

IDXChannel - Investasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) di HighPeak Energy, perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi asal Amerika Serikat (AS), dinilai berpotensi mendukung pengembangan kemampuan operasional industri hulu migas di Indonesia.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, investasi di kawasan Permian Basin, salah satu pusat produksi migas utama di AS, dapat memperluas akses Indonesia terhadap teknologi, pengetahuan, pengalaman, keterampilan, dan jaringan industri migas global.

“Dari aspek finansialnya, saya kira prudent. Dari aspek teknologi maupun operasional hulu migas, juga ada beberapa hal yang strategis, salah satunya mengenai kemungkinan nanti alih teknologi apabila suatu waktu kita perlu,” ucap Komaidi Jumat (9/10/2026).

Permian Basin memiliki sejumlah formasi batuan serpih (shale) kaya minyak, antara lain Wolfcamp, Bone Spring, dan Spraberry, yang berada pada kedalaman berbeda.

Formasi Wolfcamp dan Bone Spring menjadi bagian penting dari produksi minyak berbasis batuan serpih di AS.

Produksi migas dari batuan serpih di kawasan tersebut memanfaatkan teknologi pengeboran horizontal dan rekahan hidrolik atau hydraulic fracturing (fracking).

Menurut Komaidi, keterampilan dalam menggunakan teknologi tersebut juga berpotensi diterapkan pada lapangan migas darat yang telah matang untuk meningkatkan produktivitas sumur, sepanjang kondisi reservoir mendukung.

Selain potensi alih teknologi, Komaidi menilai skema investasi Danantara di HighPeak Energy memiliki mekanisme yang dapat membantu mengelola risiko. Investasi melalui saham preferen tersebut memberikan imbal hasil tetap sekitar 6-7 persen per tahun dengan pembayaran secara berkala.

Skema itu memungkinkan investor menerima imbal hasil secara berkala tanpa harus menunggu hingga akhir tahun.

“Nantinya kalau nunggu setahun kan agak sulit gitu ya. Tapi kalau kemudian nggak sampai setahun, kemudian cash flownya masuk, saya kira itu lebih baik,” kata Komaidi.

Sebelumnya, Danantara melalui PT Danantara Investment Management (DIM) mengumumkan investasi sebesar USD250 juta atau setara Rp4,5 triliun, dengan asumsi kurs Rp18.000 per USD.

Chief Executive Officer Danantara Investment Management Pandu Sjahrir mengatakan investasi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menanamkan modal di sektor strategis sekaligus memperluas portofolio investasi global.

“Investasi ini sejalan dengan mandat kami untuk berinvestasi di sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional Indonesia. Posisi strategis HighPeak di salah satu pasar hulu minyak dan gas bumi paling maju di dunia menjadikannya peluang investasi yang potensial seiring dengan upaya kami membangun platform investasi yang terdiversifikasi secara global,” kata Pandu.

Setelah transaksi rampung, HighPeak akan mengembangkan program pelatihan dan penugasan kerja (secondment) bagi tenaga kerja Indonesia.

Program ini ditujukan untuk mendukung pengembangan keterampilan dan kemampuan teknis tenaga kerja lokal.

“Kami berharap kerja sama ini dapat memfasilitasi pertukaran keterampilan yang mendukung pengembangan sektor energi Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan energi dan ekonomi yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Amerika Serikat," tutur Pandu.

Selain Danantara, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) atau EMP juga berinvestasi di HighPeak Energy sebesar USD200 juta atau setara Rp3,6 triliun, dengan asumsi kurs yang sama.

EMP juga berharap investasi tersebut dapat membuka peluang pertukaran keterampilan dan pengetahuan terkait penerapan teknologi terbaru di industri hulu migas AS. (Aldo Fernando)

SHARE