ECONOMICS

Jawab Ekspor Januari 2024 Turun, Mendag: Ini Pola Tahunan

Nur Ichsan Yuniarto 17/02/2024 21:01 WIB

Pada Januari 2024, ekspor Indonesia sebesar USD20,52 miliar , turun 8,34 persen dibanding Desember 2023 (MoM)

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menjawab penyebab turunnya nilai ekspor Indonesia pada Januari 2024. (Ilustrasi)

IDXChannel - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menjawab penyebab turunnya nilai ekspor Indonesia pada Januari 2024. Menurutnya, ini merupakan pola yang terjadi setiap awal tahun.

"Penurunan ekspor Januari ini merupakan pola tahunan yang terjadi pada awal tahun," kata Zulkifli, Sabtu (17/2/2024).

Dia menambahkan, pada Januari 2024, ekspor Indonesia sebesar USD20,52 miliar , turun 8,34 persen dibanding Desember 2023 (MoM) atau turun 8,06 persen dari periode yang sama tahun lalu (YoY).

"Namun, nilai ekspor periode Januari 2024 lebih tinggi jika dibanding periode 2020, 2021, dan 2022," kata dia.

Lebih lanjut pria yang kerap disapa Zulhas ini menambahkan, penurunan ekspor di Januari 2024 terjadi sejalan dengan turunnya ekspor nonmigas sebesar 8,54 persen dan ekspor migas sebesar 5,50 persen (MoM).

Ekspor nonmigas di Januari 2024 mengalami penurunan pada sektor pertambangan sebesar 23,93 persen dan industri pengolahan turun 4,13 persen (MoM).

Pada Januari 2024, kata dia, negara mitra dagang dengan penurunan ekspor nonmigas Indonesia terdalam, antara lain Swiss turun 53,74 persen, Kanada turun 48,05 persen, Bangladesh turun 39,13 persen, Rusia turun 24,68 persen, dan Turki turun 19,73 persen (MoM).

Di tengah pelemahan ekspor nonmigas, beberapa kawasan tujuan ekspor justru menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Kawasan tersebut antara lain Eropa Selatan naik 90,77 persen, Afrika Timur 69,77 persen, Karibia 56,13 persen, Afrika Tengah 37,49 persen, dan Afrika Utara 27,68 persen.

"Meskipun RRT, Amerika Serikat, dan India masih menjadi pasar utama ekspor nonmigas Indonesia sebesar 8,35 miliar dolar AS dengan kontribusi mencapai 43,64 persen terhadap ekspor nonmigas nasional, namun, pasar ekspor nontradisional cukup potensial untuk dibidik oleh Indonesia untuk peningkatan ekspor," katanya.

(NIY)

SHARE