Jepang Alami Defisit Perdagangan 5 Tahun Beruntun
Defisit perdagangan Jepang mencapai 1,7 triliun yen atau sekitar Rp180 triliun pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026.
IDXChannel - Defisit perdagangan Jepang mencapai 1,7 triliun yen atau sekitar Rp180 triliun pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026.
Dilansir dari AP pada Rabu (22/4/2026), ini merupakan defisit perdagangan tahunan yang kelima secara berturut-turut.
Tahun lalu, tarif impor yang lebih tinggi dari Presiden AS Donald Trump terhadap barang-barang dari Jepang dan negara lain menjadi pukulan berat bagi Negeri Sakura tersebut.
Ekspor Jepang secara keseluruhan ke AS turun 6,6 persen pada tahun fiskal lalu. Sementara itu, pengiriman mobil turun 16 persen.
Raksasa otomotif Jepang, seperti Toyota Motor Corp, telah memindahkan sebagian besar produksinya ke AS untuk menghindari dampak kenaikan tarif. Namun, beberapa produsen mobil masih mengekspor sebagian besar kendaraan mereka ke AS dari Jepang.
Meski demikian, surplus perdagangan Jepang naik 26 persen pada Maret 2026 dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya. Ini dianggap sebagai tanda bahwa sektor ekspor mulai pulih dari guncangan tahun lalu.
Ekspor melonjak hampir 11,7 persen bulan lalu, sementara impor naik hampir 10,9 persen. (Wahyu Dwi Anggoro)