ECONOMICS

Jumlah SID di Jawa Tengah Capai 3,38 Juta

Kunthi Fahmar Sandy 13/04/2026 22:21 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan positif di pasar modal Jawa Tengah.

Jumlah SID di Jawa Tengah Capai 3,38 Juta (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan positif di pasar modal Jawa Tengah.

Per Januari 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 3,38 juta, tumbuh 105,29 persen year-on-year (yoy), dengan reksa dana sebagai kontributor terbesar dengan 2,17 juta SIDtau 63,98 persen dari total. 

Kepala Kantor OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo menuturkan, nilai penjualan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) turut mencatat kenaikan signifikan sebesar

269,34 persen yoy, yang mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap reksa dana.

Di sisi lain, PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur), perusahaan wealth tech berizin OJK berpartisipasi aktif dan mendukung program SOSEDU Asosiasi Pelaku Reksa Dana Indonesia (APRDI) 2026. Salah satu rangkaian acara dari program tersebut digelar di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Semarang, pada 9 April 2026. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari Road to Pekan Reksa Dana 2026, rangkaian roadshow 5 kota yang digelarAPRDI bersama OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI), mencakup Surabaya, Semarang, Medan, Makassar, dan Bandung, sebagai Pre-Event menuju puncak acara Pekan Reksaana 2026 pada 27 April 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Dia mengatakan forum kolaborasi yang mendorong inovasi, literasi, dan kepatuhan industri reksa dana digital

Indonesia.

Hidayat menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan kini menjadi kebutuhan mendesak di tengah akses investasi yang semakin luas.

Inklusi yang tinggi merupakan pencapaian yang positif, namun harus diimbangi dengan.pemahaman yang memadai agar masyarakat dapat berinvestasi secara bijak.

“Tantangan yang dihadapi industri ini bukan hanya membuka akses, tetapi juga memastikan masyarakat benar-benar memahami manfaat, risiko, dan cara memilih produk investasi yang

tepat. Reksa dana, khususnya reksa dana pasar uang, bisa menjadi entry point bagi investor.pemula. Oleh karena itu, kami terus mengingatkan masyarakat agar hanya berinvestasi pada produk yang terdaftar dan diawasi OJK,” ujar Hidayat dalam keterangan tertulis Senin (14/3/2026).

Hidayat juga menekankan bahwa sinergi kuat antara regulator, industri, media, dan:komunitas menjadi kunci untuk melindungi masyarakat dari investasi ilegal sekaligus mendorong partisipasi yang sehat dan berkelanjutan di industri reksa dana.

Ketua Panitia SOSEDU APRDI 2026 Gresia Kusyanto menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari kampanye #ReksaDanaAja, sebuah inisiatif APRDI untuk mendorong literasi dan inklusi reksa dana yang lebih luas di Indonesia. Ia menekankan bahwa reksa dana merupakan pilihan investasi yang layak dipertimbangkan oleh masyarakat luas. 

Dibandingkan instrumen konvensional seperti deposito yang mengharuskan investor menunggu hingga jatuh tempo, reksa dana menawarkan fleksibilitas yang lebih tinggi, dana dapat dicairkan kapan saja sesuai kebutuhan. 

Sementara itu, program PINTAR Reksa Dana hadir sebagai inisiatif nasional OJK untuk mendorong kebiasaan investasi yang disiplin dan konsisten melalui penyetoran dana tetap secara berkala, menggabungkan prinsip power of compounding dan dollar cost averaging (DCA).

Dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk tidak

sekadar menyediakan platform investasi yang mudah diakses, tetapi juga aktif berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia. Dengan lebih dari 1 juta pengguna, Makmur terus memperluas jangkauan investasi di Indonesia.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE