ECONOMICS

Kantongi Pembiayaan Baru Rp2,5 Triliun, IIF Bukukan Aset Total Rp15 Triliun

Taufan Sukma Abdi Putra 01/08/2026 23:27 WIB

dari layanan advisory, sembilan mandat baru dengan nilai kontrak total sebesar Rp19 miliar, atau tumbuh tiga kali lipat dari realisasi pencapaian pada 2025 lalu

Kantongi Pembiayaan Baru Rp2,5 Triliun, IIF Bukukan Aset Total Rp15 Triliun (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) mengonfirmasi capaian kinerjanya di sepanjang semester I-2026 dengan perolehan enam komitmen pembiayaan dan investasi baru, dengan nilai mencapai Rp2,5 triliun.

Capaian tersebut terhitung tumbuh hingga lebih dari tiga kali lipat, atau mencapai 212,89 persen, dibanding realisasi komitmen pembiayaan dan investasi di sepanjang 2025 lalu, yang tercatat masih sebesar Rp799 miliar. 

"Komitmen baru tersebut tersebar di sektor strategis meliputi kesehatan, pelabuhan, telekomunikasi dan data, serta energi terbarukan," ujar Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer IIF, Rizki Pribadi Hasan, dalam keterangan resminya, Jumat (31/7/2026).

Dari sisi layanan advisory, menurut Rizki, IIF mendapatkan sedikitnya sembilan mandat baru dengan nilai kontrak total sebesar Rp19 miliar, atau tumbuh tiga kali lipat dari realisasi pencapaian pada 2025 lalu.

Rizki menjelaskan, mandat utama yang didapat keterlibatan IIF dalam program Waste-to-Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), dalam rangka mendukung inisiatif pemerintah dalam mempercepat pengelolaan sampah terpadu di perkotaan. 

Dari keseluruhan operasional kinerja sepanjang enam bulan pertama 2026, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu mengantongi pendapatan Rp542,7 miliar, turun tipis secara tahunan (year on year/YoY) dari posisi Rp653,9 miliar pada periode sama di 2025, seiring lebih rendahnya pendapatan bunga investasi yang didapat. 

Tren penurunan juga terjadi pada realisasi laba bersih, yang pada saat yang sama tercatat sebesar Rp38,2 miliar, dari capaian Rp85,3 miliar pada periode sama tahun lalu, seiring adanya pelunasan dipercepat oleh nasabah pada triwulan I-2026 lalu.

Sedangkan pendapatan non-bunga tumbuh 54,8 persen (YoY) menjadi Rp43,0 miliar, didorong oleh bisnis pembiayaan dan investasi, advisory, serta treasury, dengan pendapatan bunga treasury pada saat yang sama juga tumbuh 17,5 persen (YoY).

Di lain pihak, IIF juga mencatatkan Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat 56,79 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator, sehingga memberikan ruang yang luas untuk ekspansi bisnis pembiayaan dan investasi.

"Kualitas aset tetap terjaga. Rasio cakupan kerugian pinjaman berada di atas 100 persen, dan NPF (non performing fund) bersih membaik menjadi 3,49 persen dari 3,61 persen," ujar Rizki.

Dijelaskannya, bahwa di tengah dinamika ekonomi global, IIF terus menunjukkan ketahanan melalui pertumbuhan portofolio, peningkatan aktivitas pembiayaan dan advisory, serta struktur pendanaan dan permodalan yang semakin kuat.  
Meski capaian laba pada semester I-2026 lebih rendah, namun Perseroan optimistis dapat terus memperluas bisnis dan meningkatkan kinerja keuangan, didukung oleh permodalan yang kuat, peningkatan layanan, penurunan biaya dana, serta dukungan dan kolaborasi yang kuat dari para pemegang saham dan mitra bisnis.

Sementara, terkait kualitas dan kapabilitas Perseroan, IIF juga terus meningkatkan kualitas kinerja dengan mendorong penerapan standar ESG internasional.

Di luar aspek kepatuhan, implementasi ESG meningkatkan kualitas proyek, memperkuat manajemen risiko, memperluas akses pembiayaan internasional, dan mendukung keberlanjutan bisnis jangka panjang untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat. 

"Meski kondisi operasional masih dinamis dan menantang, kami terus melangkah maju dengan pipeline transaksi yang terus bertumbuh. Hanya dalam bulan ini, kami telah menyelesaikan tiga transaksi baru senilai hampir Rp833 miliar di bidang infrastruktur logistik, energi terbarukan, dan fasilitas pengolahan air," ujar Rizki.

Untuk mendukung rencana pertumbuhan, IIF memperkuat kapasitas pendanaan dengan menghimpun dana lebih dari Rp1,3 triliun dari lembaga keuangan domestik dan internasional.

Selain itu, IIF telah menyelesaikan batch pertama dari program penghimpunan dana melalui pasar modal senilai Rp652 miliar, yang terdiri dari obligasi Rp432 miliar dan surat berharga perpetual Rp220 miliar.

Rizki menegaskan bahwa IIF saat ini telah berada pada posisi yang baik untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur nasional sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

"Kami juga berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kualitas layanan guna memenuhi beragam kebutuhan nasabah dan mendukung industri keuangan serta pasar modal secara keseluruhan," ujar Rizki.

(taufan sukma)

SHARE