Kehadiran Kamala Harris Curi Perhatian, Intip Hubungan Strategis AS-ASEAN
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, pada Selasa (5/9/2023).
IDXChannel - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, pada Selasa (5/9/2023), sekitar pukul 22.00 WIB.
Tampak menyambut kedatangan Wakil Presiden Kamala Harris adalah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Diketahui, kedatangan Wakil Presiden Kamala ke Indonesia adalah untuk mengikuti rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) pada Rabu (6/9).
Kedatangan Kamala Harris menambah daftar tamu penting dunia yang bertandang ke KTT ASEAN. Ini juga menunjukkan bahwa ASEAN masih menjadi magnet bagi dunia di tengah kondisi perekonomian global yang tidak pasti.
Kerja sama ASEAN dan AS selama ini juga terjalin cukup strategis. ASEAN menjadi mitra dagang penting bagi negeri Paman Sam.
Hubungan AS-ASEAN
AS merupakan investor terbesar di ASEAN. Nilai foreign direct investment (FDI) AS ke kawasan Asia Tenggara tercatat mencapai USD40,2 miliar pada 2021. Angka ini bahkan mewakili 22,5 persen dari total FDI yang mengalir ke ASEAN di tahun tersebut.
Jumlah ini juga tercatat meningkat sebesar 41 persen dibandingkan 2020. Menurut Laporan Investasi ASEAN 2022, terdapat peningkatan signifikan dalam investasi di bidang perbankan dan keuangan, semikonduktor, industri farmasi dan biomedis oleh investor AS. (Lihat grafik di bawah ini.)
Bahkan angka investasi AS mengalahkan China yang hanya sebesar USD13,8 miliar. Sumber utama FDI lainnya di ASEAN berasal dari Uni Eropa sebesar USD26,5 miliar dan Jepang sebesar USD11,9 miliar. Investasi intra-ASEAN menyumbang 13,1 persen dari total FDI mencapai USD23,5 miliar.
Gangguan rantai pasokan global mendorong banyak perusahaan AS memperluas operasi mereka ke ASEAN, khususnya di bidang elektronik dan semikonduktor.
Selain itu, kawasan ini juga mengalami peningkatan investasi dalam ekonomi digital, seperti pengembangan pusat data, e-commerce, serta infrastruktur informasi dan komunikasi.
ASEAN menikmati surplus perdagangan lebih dari USD250 miliar, yang sebagian besar disokong oleh ekspor mesin listrik ke AS. Blok tersebut mengekspor mesin dan peralatan listrik senilai USD73 miliar pada 2021, yang merupakan 28 persen dari seluruh ekspor ASEAN ke AS.
Reaktor nuklir, ketel uap, dan bagian-bagiannya menyumbang ekspor sebesar USD38 miliar, atau 14 persen. Sementara pakaian dan aksesori pakaian serta furnitur masing-masing menyumbang sekitar USD15 miliar nilai ekspor, atau enam persen dari total ekspor ASEAN pada tahun tersebut.
Dalam rilis Gedung Putih yang diterbitkan hari ini, pemerintah AS mengklaim bahwa Pemerintahan Biden-Harris pada 2024 telah mengerahkan bantuan ekonomi, pembangunan, dan keamanan senilai USD1,2 miliar yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk negara-negara Asia Tenggara.
AS juga mendedikasikan USD90 juta anggaran semata-mata untuk keterlibatan dengan ASEAN dan upaya untuk memperkuat lembaga-lembaga ASEAN.
AS juga masih menjadi sumber investasi asing langsung terbesar di Asia Tenggara pada 2022. Sebanyak lebih dari 6.200 perusahaan AS telah berkontribusi pada total perdagangan antara AS dan negara-negara ASEAN yang mencapai rekor USD520,3 miliar pada 2022.
AS mengklaim kerja sama ini menciptakan 625.000 lapangan kerja di seluruh 50 negara bagian dan 1 juta pekerjaan di seluruh Asia Tenggara.
Secara total, arus masuk FDI ke negara-negara ASEAN berjumlah lebih dari USD224,2 miliar pada 2022 dengan Singapura menerima aliran FDI terbesar sekitar USD141,2 juta. Adapun Indonesia menerima aliran FDI terbesar dengan nilai mencapai USD21,97 miliar. (Lihat grafik di bawah ini.)
Kerja sama AS-ASEAN dalam waktu mendatang juga masih dibutuhkan di sektor-sektor strategis, seperti pengembangan teknologi semikonduktor, kendaraan listrik, hingga transisi energi.
Pada Agustus 2023, Katherine Tai selaku Duta Besar Perwakilan Dagang AS memimpin pertemuan tingkat menteri dengan para menteri ekonomi ASEAN yang bertujuan memperdalam kerja sama dalam fasilitasi perdagangan.
Para menteri juga mendukung kerja sama 2023-2024 ASEAN-US Trade and Investment Framework Arrangement and Expanded Economic Engagement Work Plan.
Pada bulan Juni 2023, Departemen Transportasi AS (DOT) ikut memimpin U.S.-ASEAN Senior Officials Dialogue on Transportation yang membahas kerja sama AS-ASEAN di bidang infrastruktur transportasi dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) regional. (ADF)