ECONOMICS

Kembangkan Wisata Berkelanjutan, Pemerintah Gandeng Mitra Pengembangan Desa

Taufan Sukma/IDX Channel 28/01/2024 02:39 WIB

Masyarakat Desa Serangan sangat memiliki peluang untuk meningkatkan taraf hidupnya, apalagi berdampingan dengan Kawasan Ekonomi Khusus Kura-Kura Bali.

Kembangkan Wisata Berkelanjutan, Pemerintah Gandeng Mitra Pengembangan Desa (foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) resmi menggandeng Mitra Pembangunan Pengembangan Desa Serangan, terkait pengembangan salah satu desa wisata di Kota Denpasar, Bali.

Kerja sama diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh kedua pihak, dengan tujuan untuk menawarkan konsep pariwisata berkelanjutan.

Tak hanya itu, melalui kerja sama ini dapat juga dimanfaatkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Menurut Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IB Alit Wiradana, daya tarik Desa Serangan tak hanya soal kuliner, namun juga dalam hal kekayaan alam, daya tarik wisata heritage, dan kehidupan masyarakatnya yang multikultur.

Karenanya, menurut Alit, pemerintah pusat menargetkan Serangan untuk dapat menjadi desa wisata yang menawarkan konsep BGC, yaitu Blue (bagus secara lingkungan), Green (berkelanjutan), dan Circulated Economy (perekonomian masyarakatnya bergerak).

"Pengembangan Desa Wisata Serangan dengan konsep BGC tersebut sudah diinisiasi pemerintah pusat ketika pelaksanaan KTT G20, sehingga sampai dibuatkan masterplan untuk seluruh kawasan," ujar Alit.

Pengembangan Desa Serangan yang meraih peringkat III nasional dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 tersebut dengan konsep pariwisata berkelanjutan, tentu harus ada partisipasi masyarakat agar tidak tertinggal, dan dalam upaya pengentasan kemiskinan.

"Kami harapkan generasi mudanya bisa aktif mengembangkan pariwisata di sana, sehingga bisa lebih layak secara ekonomi, budaya, dan lingkungan," tutur Alit.

Masyarakat Desa Serangan sangat memiliki peluang untuk meningkatkan taraf hidupnya, apalagi berdampingan dengan Kawasan Ekonomi Khusus Kura-Kura Bali.

"Jangan sampai masyarakat Serangan menjadi penonton di wilayah sendiri. Kami harapkan dapat bersama-sama berubah ke arah yang lebih baik," tandas ALit.

Sementara, Direktur Industri, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bappenas, Wahyu Wijayanto, dalam laporannya mengatakan bahwa langkah ini merupakan wujud kerja sama dalam mewujudkan Desa Wisata Serangan sebagai destinasi wisata berkelanjutan.

Selain itu, langkah ini dilakukan agar Desa Serangan dapat berdaya saing berbasis wisata bahari, ekowisata, dan wisata religi yang mensejahterakan, harmonis, dan memajukan budaya luhur desa.

"Beberapa program prioritas yakni pengembangan SDM dan kelembagaan desa wisata, pengembangan infrastruktur kampung berkelanjutan dan hijau, pengembangan branding, produk dan promosi desa wisata," ujar Wahyu. (TSA)

SHARE