ECONOMICS

Kemenko Hilirisasi Bakal Membawahi Tiga Kementerian, Ini Bocorannya dari Bahlil

Iqbal Dwi Purnama 07/10/2026 17:03 WIB

Sejumlah kementerian teknis yang bertanggung jawab di bawah Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi yang baru dibentuk Presiden Prabowo Subianto.

Kemenko Hilirisasi Bakal Membawahi Tiga Kementerian, Ini Bocorannya dari Bahlil. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengungkapkan sejumlah kementerian teknis yang bertanggung jawab di bawah Kemenko yang baru dibentuk Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.

Bahlil mengatakan, yang sudah pasti berada di bawah Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Namun, tidak menutup kemungkinan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga berada di bawah Kemenko baru tersebut.

"Saya sedikit memberikan bocoran, bahwa kemungkinan besar yang sudah pasti Kementerian ESDM sama Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Karena instrumen daripada hilirisasi untuk mencapai nilai tambahnya industri, mungkin juga Kementerian Perindustrian," ujarnya saa ditemui di Jakarta, Rabu (7/10/2026). 

Hingga saat ini, kata Bahlil, pembahasan mengenai kementerian teknis yang akan berada di bawah Kemenko baru ini belum 100 persen rampung. Selain Kementerian ESDM dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi, kemungkinan masih ada 1-2 kementerian lain yang berkoordinasi dengan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi.

"Ya mungkin ada 1-2 kementerian lagi yang terkait dengan hilirisasi. Kalau kita bicara hilirisasi kan, kita bicara industrialisasi," katanya. 

Selain itu, Bahlil menambahkan, untuk sementara ini anggaran operasional Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi masih tergabung dalam pagu Kementerian ESDM.

"Jadi kami sudah menyampaikan bahwa Menko hilirisasi ini karena menterinya satu, jadi kita memakai anggaran dari Kementerian ESDM," kata Bahlil. 

Sebelumnya, Bahlil menjelaskan, salah satu alasan dibentuknya Kemenko baru ini karena agenda hilirisasi dan transisi energi akan menjadi fokus pemerintahan Presiden Prabowo ke depannya.

Dia menyebut agenda hilirisasi dan transisi energi dinilai semakin penting di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika ekonomi global. Sebab, kondisi geopolitik menentukan nasib ketahan negara baik dari sisi pengelola fiskal maupun perekonomian masyarakat.

"Kedua kenapa ini penting, kita tahu bahwa dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu dan konstelasi dinamika ekonomi dunia juga yang menuntut untuk terjadinya energi yang bersih," ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

(Dhera Arizona)

SHARE