ECONOMICS

Kementan Jamin Pasokan Bawang Merah Stabil hingga Lebaran

Tangguh Yudha 04/02/2026 16:26 WIB

Ini didukung oleh panen raya bawang merah di Kabupaten Cirebon yang tetap berjalan optimal di tengah cuaca ekstrem.

Kementan Jamin Pasokan Bawang Merah Stabil hingga Lebaran (Foto: dok Kementan)

IDXChannel - Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin pasokan bawang merah nasional aman menjelang Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. 

Ini didukung oleh panen raya bawang merah di Kabupaten Cirebon yang tetap berjalan optimal meski wilayah tersebut mengalami curah hujan tinggi.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan Agung Sunusi mengatakan, produktivitas bawang merah di Kecamatan Pangenan, Cirebon mencapai rata-rata 10 ton per hektare, hampir menyamai rata-rata nasional yang berada di kisaran 11 hingga 12,5 ton per hektare.

“Jika mengacu pada data BPS, rata-rata nasional berada di kisaran 11 hingga 12,5 ton per hektare. Dengan kondisi hujan hampir setiap hari dan cuaca ekstrem, capaian Cirebon ini sudah di atas ekspektasi dan sangat luar biasa,” kata Agung dalam keterangan resminya seperti dikutip pada Rabu (4/1/2026).

Kondisi produksi yang melimpah tersebut turut berkontribusi terhadap deflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi sebesar 0,15 persen secara bulanan (month-to-month) pada Januari 2026, yang didorong oleh sejumlah komoditas pangan strategis, termasuk bawang merah dengan andil deflasi sebesar 0,07 persen.

Agung menjelaskan, dari satu hamparan panen seluas 26 hektare di Desa Ender, Kabupaten Cirebon, potensi produksi bawang merah dapat mencapai sekitar 260 ton. Selain itu, masih terdapat sekitar 350 hektare lahan bawang merah yang siap panen hingga Lebaran.

Dengan estimasi produktivitas rata-rata 10 ton per hektare, pasokan bawang merah dari Cirebon dinilai cukup untuk mengamankan kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri.

“Artinya, Kabupaten Cirebon siap mengamankan pasokan bawang merah untuk puasa dan tentunya Lebaran,” katanya.

Agung menjelaskan, Cirebon telah menerapkan pola tanam berkelanjutan agar produksi tetap terjaga. Setelah panen, petani langsung melakukan pengolahan lahan dan penanaman kembali tanpa jeda panjang. Saat ini, terdapat sekitar 500 hektare lahan yang telah kembali ditanami.

“Tidak ada istilah lahan tidur. Panen ada, tanam juga ada. Ini sejalan dengan arahan Bapak Menteri Pertanian Amran Sulaiman agar produksi dan harga bawang merah tetap aman dan stabil,” tutur dia.

Selain itu, Agung memastikan kelancaran pasokan dan stabilitas harga bawang merah di tingkat konsumen. Dari sisi distribusi, bawang merah hasil panen Cirebon hanya memerlukan waktu pengeringan sekitar dua hingga tiga hari sebelum dipasarkan, termasuk ke wilayah Jabodetabek.

Untuk harga, Agung menyebut harga bawang merah di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp25 ribu per kilogram. Dengan kondisi tersebut, harga di tingkat konsumen diharapkan berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram, sesuai dengan harga acuan pemerintah.

“Harga berada di rel yang tepat. Petaninya tersenyum, konsumennya juga tenang dan bisa fokus beribadah menyambut Ramadan,” katanya.

(DESI ANGRIANI)

SHARE