ECONOMICS

Kementerian PKP Kejar Target Realisasi Kredit Perumahan Rp50 Triliun pada 2026

Rohman Wibowo 07/10/2026 09:35 WIB

Kementerian PKP berupaya menggenjot realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) hingga Rp50 triliun pada tahun ini.

Kementerian PKP berupaya menggenjot realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) hingga Rp50 triliun pada tahun ini. (Foto: Dok. Kementerian PKP)

IDXChannel - Pemerintah berupaya mengejar target penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan menggenjot realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) sekaligus menggerakkan roda ekonomi rakyat.

Langkah percepatan pembiayaan ini dirancang agar akses pembiayaan semakin luas, cepat, mudah, murah, transparan, serta tepat sasaran demi mendukung Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menegaskan jajarannya harus turun langsung ke lapangan untuk memastikan penyaluran KPP berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami harus mengecek langsung proses KUR Perumahan ini kepada nasabah dan harus memastikan prosesnya cepat, murah dan mudah serta tidak ada pungli,” ujar Maruarar dalam keterangan resminya, Selasa (6/10/2026).

Maruarar mengatakan akselerasi layanan pembiayaan perumahan harus menjadi fokus bersama pemerintah, perbankan, pengembang, kontraktor, toko bangunan, dan pelaku UMKM. Kolaborasi antarsektor tersebut dinilai penting agar manfaat program pembiayaan hunian dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Jangan kita jadi pemerintah yang sabar, karena rakyat tidak sabar, kita harus bekerja lebih cepat dan lebih keras lagi,” tuturnya.

Demi memperbesar jangkauan pembiayaan rumah subsidi, pemerintah terus memacu kapasitas pendanaan melalui skema KPP. Alokasi plafon KPP 2026 yang sebelumnya ditetapkan Rp36 triliun kini diusulkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk dinaikkan menjadi Rp50 triliun.

Berdasarkan data hingga 3 Oktober 2026, realisasi KPP telah mencapai Rp26,78 triliun yang disalurkan kepada 112.713 debitur. Capaian tersebut setara dengan 69,62 persen dari target Rencana Teknis Perbankan (RTP).

Penyaluran KPP saat ini didukung oleh 29 bank mitra yang terdiri atas Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Bank Pembangunan Daerah (BPD), hingga perbankan swasta.

Khusus di Jawa Barat, penyaluran KPP tercatat mencapai Rp4,19 triliun atau sekitar 64,88 persen dari target wilayah. Bank BJB menjadi salah satu bank penyalur di daerah tersebut dengan target pembiayaan sebesar Rp500 miliar.

Hingga awal Oktober 2026, Bank BJB telah merealisasikan penyaluran KPP senilai Rp90,7 miliar kepada 179 debitur. Untuk keseluruhan 2026, Bank BJB menargetkan ekspansi pembiayaan kepada 1.286 debitur dengan alokasi total Rp500 miliar.

Maruarar pun mendorong Bank BJB untuk terus mempercepat penyaluran agar semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha yang menikmati manfaat pembiayaan hunian tersebut.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE