ECONOMICS

Kemitraan Indonesia - China Kian Kuat, 16 Proyek TCTP Tembus Rp36,4 Triliun

Shifa Nurhaliza Putri 12/01/2026 07:19 WIB

Pemerintah Indonesia terus memperkuat dan memperdalam hubungan bilateral dengan berbagai negara mitra strategis guna mendukung kepentingan nasional.

Kemitraan Indonesia - China Kian Kuat, 16 Proyek TCTP Tembus Rp36,4 Triliun. (Foto: Doc. Kementerian Perekonomian RI)

IDXChannel - Pemerintah Indonesia terus memperkuat dan memperdalam hubungan bilateral dengan berbagai negara mitra strategis guna mendukung kepentingan nasional dan pembangunan ekonomi jangka panjang. Salah satu kemitraan yang paling komprehensif dan berkelanjutan dijalankan bersama China, mencakup sektor perdagangan, investasi, dan industri.

Sejalan dengan komitmen tersebut, hubungan Indonesia–China juga diperkuat melalui peran aktif berbagai pemangku kepentingan, termasuk China Chamber of Commerce in Indonesia (CCCI). Selama dua dekade terakhir, CCCI berkembang menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha, sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara. Penguatan kemitraan ini semakin ditegaskan melalui kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Republik Rakyat China pada November 2024, yang menjadi tonggak penting dalam hubungan bilateral.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keynote speech pada acara 20th Anniversary Celebration of the China Chamber of Commerce in Indonesia, Jumat (9/01/2026), menekankan besarnya potensi kerja sama kedua negara. Ia menyebut China dengan populasi 1,4 miliar jiwa berada di urutan kedua dunia, sementara Indonesia dengan 285 juta jiwa menempati urutan keempat. 

Keduanya merupakan anggota G20, dengan China sebagai ekonomi terbesar kedua dunia dengan PDB USD17,8 triliun dan Indonesia memiliki PDB USD1,4 triliun, sehingga kolaborasi kedua negara membuka peluang besar bagi dunia usaha dan perekonomian nasional.

Selain menjadi mitra dagang utama Indonesia dengan nilai mencapai USD135,2 miliar pada tahun 2024, kerja sama kedua negara juga terus diperkuat melalui inisiatif Two Parks Twin Countries (TCTP). Inisiatif ini menjadi kerangka strategis untuk memperdalam kolaborasi industri, memfasilitasi investasi, dan mengintegrasikan rantai pasok kedua negara.

Nota Kesepahaman TCTP yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2021 diperbarui pada Mei 2025 melalui penandatanganan antara Menko Airlangga dan Menteri Perdagangan Republik Rakyat China Wang Wentao. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Li Qiang, sebagai wujud kuatnya komitmen politik di tingkat tertinggi.

Sebagai bagian dari penguatan kerja sama TCTP, telah ditandatangani 16 proposal proyek antara perusahaan Fujian dan mitra Indonesia dengan nilai total Rp36,4 triliun atau sekitar USD2,19 miliar. Proyek-proyek tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari logam dasar, pengolahan daging dan makanan laut, tekstil, teh, furnitur, drone, baterai, hingga kecerdasan buatan.

Airlangga juga menegaskan bahwa Indonesia menyambut kolaborasi yang lebih luas ke depan, termasuk di bidang infrastruktur, logistik, industri hilir, manufaktur, energi terbarukan, ekonomi digital, AI, komputasi kuantum, ketahanan pangan, kesehatan, serta pengembangan sumber daya manusia.

Dalam hal investasi, pemerintah terus memperbaiki iklim usaha melalui reformasi regulasi, pembangunan infrastruktur, dan konsistensi kebijakan agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi jangka panjang yang menarik. Indonesia juga telah membentuk gugus tugas khusus untuk mempercepat program strategis pemerintah guna memperlancar proses investasi.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE