ECONOMICS

Kinerja Manufaktur Topang Ekonomi, Kemenperin Beberkan Realisasi Industri Non-Migas

Kurnia Nadya 28/08/2026 16:12 WIB

Realisasi investasi industri pengolahan nonmigas pada kuartal II-2026 mencapai Rp199,48 triliun atau 38,98 persen dari total investasi nasional. 

Kinerja Manufaktur Topang Ekonomi, Kemenperin Beberkan Realisasi Industri Non-Migas. (Foto: Kemenperin)

IDXChannelKementerian Perindustrian mencatat sektor industri pengolahan nonmigas terus menunjukkan peran strategis dalam perekonomian nasional di tengah penguatan tata kelola internal kementerian. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan nonmigas pada Triwulan – II 2026 tumbuh 5,32 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Industri pengolahan nonmigas juga menjadi sumber pertumbuhan terbesar bagi perekonomian nasional. Sektor ini berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar 16,83 persen atau setara Rp1.102,88 triliun.

Dari sisi investasi, realisasi investasi industri pengolahan nonmigas pada kuartal II-2026 mencapai Rp199,48 triliun atau 38,98 persen dari total investasi nasional. 

Sementara pada semester II, nilai ekspor industri pengolahan nonmigas mencapai USD115,50 miliar atau 82,03 persen dari total ekspor nasional. Sektor ini juga menyerap sekitar 19,99 juta tenaga kerja berdasarkan Sakernas BPS Februari 2026. 

Perkembangan aktivitas manufaktur juga menunjukkan sinyal positif. PMI Manufaktur Indonesia meningkat dari 46,9 pada Juni menjadi 50,2 pada Juli 2026 sehingga kembali memasuki zona ekspansi. 

Pada periode yang sama, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) juga berada pada zona ekspansi dan meningkat dari 52,9 menjadi 53,1. 

Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, penguatan kinerja industri perlu berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola pemerintahan. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kemenperin baru saja mengantongi opini WTP ke-18 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Akuntabilitas pengelolaan keuangan negara menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program dan kebijakan Kementerian Perindustrian berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat yang optimal.

“Industri manufaktur memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Karena itu, capaian kinerja industri perlu diimbangi dengan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berintegritas. WTP menjadi bagian dari tanggung jawab kami untuk terus melakukan perbaikan, bukan menjadi alasan untuk berhenti berbenah,” tegasnya.


(Nadya Kurnia)

SHARE